Renovasi Barokoto Bengkulu Belum Merata, Pedagang Keluhkan Masih Sepi Pengunjung
- 20 Agt 2026 07:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Renovasi kawasan Barokoto Bengkulu, termasuk pasar kuliner dan pasar ikan, belum sepenuhnya meningkatkan keramaian pengunjung. Sejumlah pedagang mengaku masih mengalami penurunan minat pembeli, terutama di sejumlah titik yang jauh dari kawasan yang menjadi pusat perhatian pengunjung.
Berdasarkan pantauan di kawasan Barokoto, keramaian pengunjung masih terlihat belum merata. Area yang berhadapan langsung dengan Benteng Marlborough menjadi salah satu titik yang paling ramai karena memiliki ikon dan spot menarik yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Sementara itu, sejumlah lapak kuliner di bagian lain kawasan Barokoto masih terlihat sepi. Kondisi tersebut turut dirasakan para pedagang yang mengandalkan kunjungan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan sehari-hari.
Salah seorang pedagang kuliner, Hendri, mengatakan kondisi setelah renovasi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan penjualan. Menurutnya, pengunjung cenderung memilih bagian tertentu karena memiliki pilihan menu yang lebih lengkap serta pemandangan yang lebih luas.
“Kalau untuk dampak dari segi jual beli, masih rada-rada kurang pembeli,” ujar Hendri. Ia berharap kios-kios yang masih kosong segera ditempati oleh pedagang. Menurutnya, keberadaan lebih banyak pedagang dapat membuat kawasan Barokoto terlihat lebih hidup dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
Hendri juga menilai kawasan yang berada di sisi berhadapan dengan Benteng Marlborough memiliki daya tarik lebih besar karena pemandangannya luas. Kondisi tersebut membuat pengunjung lebih banyak berkumpul di area tersebut dibandingkan bagian lainnya.
Keluhan serupa disampaikan Vera, pedagang grosir di Pasar Ikan Barokoto. Ia mengatakan renovasi pasar memang membuat kondisi kawasan menjadi lebih baik, tetapi hal tersebut belum sebanding dengan pendapatan pedagang yang masih rendah.
Menurut Vera, pendapatan pedagang grosir di Pasar Ikan Barokoto lebih banyak bergantung pada kunjungan masyarakat pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Di luar hari-hari tersebut, kondisi pasar cenderung lebih sepi sehingga pedagang kesulitan meningkatkan pendapatan.
Selain persoalan sepinya pembeli, Vera juga menyoroti kenaikan biaya yang harus ditanggung pedagang setelah renovasi. Ia menyebut biaya pajak kios yang sebelumnya hanya sekitar Rp15 ribu per bulan kini mencapai lebih dari Rp100 ribu.
“Kalau dulu kami murah bayarnya, cuma Rp15 ribu setiap bulan. Kalau sekarang pajak kami di atas seratus ribu,” ujar Vera.
Vera juga mengungkapkan keberadaan parkir di depan kios turut memengaruhi minat pembeli. Menurutnya, pengunjung yang hanya membeli dagangan dalam jumlah sedikit dan tidak membutuhkan waktu lama tetap harus membayar biaya parkir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa renovasi Barokoto Bengkulu belum sepenuhnya diikuti dengan pemerataan kunjungan masyarakat. Pemerintah dan pengelola kawasan diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak daya tarik, mengisi kios yang masih kosong, serta menata kawasan agar aktivitas perdagangan di seluruh area Barokoto dapat berkembang secara merata. (Akbar.mpn)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....