Pemkot Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

  • 13 Agt 2026 07:43 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan meningkatkan kapasitas perangkat kelurahan dan masyarakat di wilayah rawan bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Perangkat Kelurahan Daerah Rawan Bencana Kota Bengkulu Tahun 2026 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu di Hotel Nala Sea Side.

Kegiatan ini dibuka langsung Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Dedy mengatakan, kondisi geografis Kota Bengkulu yang memiliki sejumlah wilayah rawan bencana mengharuskan pemerintah dan masyarakat selalu dalam kondisi siap siaga. Menurutnya, bencana merupakan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, namun, ketika bencana datang, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelamatkan diri serta membantu mengurangi risiko korban.

“Kita memang dalam kondisi rawan bencana, maka setiap waktu kita harus siap siaga, kita tidak berharap bencana, kita berharap Allah melindungi kita dan menjauhkan kita dari bencana. Namun ketika bencana itu datang, kita siap melakukan evakuasi, minimal mengurangi korban akibat bencana tersebut,” ujar Dedy, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia menilai edukasi dan simulasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan masyarakat. Oleh karena itu, Dedy meminta kegiatan simulasi penanganan bencana diperbanyak pada 2027, termasuk di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Menurutnya, simulasi sejak dini dapat membuat masyarakat lebih memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Anak-anak di sekolah, misalnya, dapat diajarkan langkah yang tepat saat terjadi gempa maupun bencana lainnya.

“Kalau kita tidak pernah melakukan simulasi dan tidak pernah memberikan edukasi, ketika bencana terjadi semua panik. Semua ingin keluar menyelamatkan diri, akhirnya bisa terjadi kecelakaan dan korbannya malah banyak,” katanya.

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Pemkot Bengkulu juga melakukan pembenahan infrastruktur yang berkaitan dengan penanganan dan evakuasi bencana, Dedy menyebut sejumlah akses yang sebelumnya rusak atau terputus saat banjir mulai diperbaiki. Salah satunya Jalan Tanggul yang dinilai penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung akses evakuasi ketika terjadi bencana.

“Jalan tanggul yang selama ini terputus dan rusak, ketika banjir masyarakat sulit mengaksesnya, sekarang sudah diperbaiki dan mulai dikerjakan. Tahun ini jalan tanggul juga akan kita bangun, termasuk beberapa jalan untuk evakuasi,” tuturnya.

Dedy berharap peningkatan edukasi, simulasi, kapasitas perangkat kelurahan serta perbaikan infrastruktur dapat membuat Kota Bengkulu semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu bertindak cepat, tepat dan terkoordinasi sehingga risiko serta dampak bencana dapat ditekan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....