BPOM Bengkulu Dorong Gunakan Obat Secara Bijak dan Cegah Resistensi Antimikroba

  • 12 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kepala Balai POM Bengkulu, Kodon Tarigan, mengatakan sosialisasi pengendalian resistensi dan pencegahan penyalahgunaan obat-obatan yang digelar di Kampus Poltekkes Kemenkes Kota Bengkulu menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat. Kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan antimikroba secara bijak sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

Menurut Kodon, edukasi mengenai penggunaan obat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang mudah dipahami masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek pengawasan obat, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan penegakan hukum.

Ia menjelaskan, pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat sangat penting untuk mencegah masyarakat menggunakan obat secara sembarangan. Hal ini menjadi semakin penting karena penyalahgunaan obat dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, terutama bagi generasi muda.

Selain mencegah penyalahgunaan obat, sosialisasi tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran mengenai ancaman resistensi antimikroba. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat dapat menyebabkan obat tidak lagi bekerja secara optimal ketika dibutuhkan untuk menangani infeksi.

Kodon menambahkan, kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Pihak yang terlibat antara lain pemerintah daerah, Badan POM, organisasi profesi, institusi pendidikan, media, hingga aparat penegak hukum.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting agar pengendalian resistensi antimikroba dan pencegahan penyalahgunaan obat dapat dilakukan secara terpadu. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko penggunaan obat yang tidak tepat.

Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, BPOM Bengkulu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan obat secara aman dan bertanggung jawab. Dengan meningkatnya literasi obat, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sadar, bijak, dan terlindungi dari penyalahgunaan obat serta ancaman resistensi antimikroba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....