Lestarikan Habitat dan Lindungi Gajah Seblat Melalui Global Elephant Day

  • 11 Agt 2026 16:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap tanggal 12 Agustus diperingati sebagai Hari Gajah Sedunia (Global Elephant Day). Di Bengkulu, beberapa rangkaian acara telah dipersiapkan, salah satunya diskusi untuk mengeksplorasi habitat gajah tersebut.

Ketua Panitia Global Elephant Day (GED) 2026 dari Kanopi Hijau Indonsia, Budi Pranata, mengatakan ada beberapa kegiatan yang segera diselenggarakan di Desa Seblat bersama masyarakat setempat. Kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi Pusat Latihan Gajah (PLG) yang tersisa di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Di GED kami menyelenggarakan beberapa kegiatan, salah satunya para peserta perlombaan harus mengikuti identifikasi flora dan fauna di kawasan PLG (Pusat Latihan Gajah) di Seblat,” ujar Budi Pranata, Senin 10 Agustus 2026.

Selain identifikasi flora dan fauna, kegiatan safari gajah juga turut digelar. Tujuannya untuk memperkenalkan habitat gajah sembari belajar dan bermain bersama satwa tersebut, sekaligus mendengarkan pemaparan materi morfologi dari akademisi Universitas Bengkulu (Unib).

Gajah merupakan satwa liar yang menjadi bagian penting bagi ekosistem di Indonesia. Keberadaannya berperan vital dalam menjaga keseimbangan hutan, sehingga manusia dapat memperoleh manfaat dari kelestarian alam yang tetap terjaga.

Dalam upaya pelestarian dan perlindungan gajah, pihak Kanopi Hijau Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat terkait untuk bersama-sama menjaga satwa tersebut agar populasinya yang kian menurun tidak terus berkurang. Pada puncak peringatan GED nanti, Kanopi juga akan meluncurkan program Wali Gajah, yakni sebuah gerakan yang mengajak publik secara luas untuk peduli terhadap kesehatan, pangan, pakan, serta kebutuhan gajah lainnya.

Harapan utama dari gerakan perlindungan ini adalah menjaga kelestarian hutan di Seblat beserta populasi gajah di dalamnya agar tidak punah, mengingat kawasan tersebut berfungsi sebagai benteng ekologi bagi masyarakat di Kabupaten Mukomuko. Pelindungan satwa ini bukan hanya menjadi tugas Kanopi Hijau Indoensia atau BKSDA semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (Zaskia Anggun Junita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....