Pemkot Bengkulu Targetkan Koperasi Modern Melalui Penerapan Sistem Digital
- 03 Agt 2026 13:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 1.005 koperasi yang terdaftar di Kota Bengkulu. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 koperasi masih aktif menjalankan kegiatan usaha, sementara sebanyak 247 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota.
Menurut Nelawati, masih ada sejumlah koperasi yang belum aktif beroperasi karena berbagai kendala, di antaranya disebabkan pengurus yang meninggal dunia atau mengundurkan diri sehingga kepengurusan tidak berjalan. Selain itu, terdapat pula koperasi yang telah memiliki pengurus baru, namun belum memulai kegiatan usaha maupun menyelesaikan proses pengesahan kepengurusan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada koperasi di berbagai sektor. Upaya ini dilakukan agar koperasi tetap mampu menjalankan aktivitas usaha secara berkelanjutan, baik di bidang simpan pinjam maupun usaha produktif lainnya.
"Kami selalu melakukan pendampingan dan pembinaan. Kami berharap koperasi yang ada di Kota Bengkulu tetap menjalankan kegiatan usahanya, baik simpan pinjam maupun usaha lainnya, serta melaksanakan RAT tepat waktu," kata Nelawati, Seni 3 Agustus 2026.
Pembinaan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek administrasi dan kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi agar mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha. Pemerintah menilai koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sehingga keberlangsungannya perlu terus didukung.
Selain pembinaan, Dinas Koperasi dan UKM juga mendorong seluruh koperasi untuk mulai menerapkan sistem digital dalam pengelolaan organisasi maupun pelayanan kepada anggota. Digitalisasi dinilai menjadi langkah penting agar koperasi mampu bekerja lebih efektif, efisien, dan transparan.
Menurut Nelawati, pola pengelolaan secara manual sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi digital, proses administrasi, pencatatan keuangan, hingga pelayanan kepada anggota dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
"Koperasi saat ini harus mulai menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Artinya, pengelolaan tidak bisa lagi sepenuhnya dilakukan secara manual. Koperasi diharapkan dapat memanfaatkan teknologi dan menggunakan sistem digital," ujarnya.
Penerapan digitalisasi juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan anggota, memperkuat tata kelola organisasi, serta membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Dengan sistem yang semakin modern, koperasi diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan transformasi digital, Pemerintah Kota Bengkulu berharap koperasi di daerah terus berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, profesional, dan mandiri. Koperasi juga diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta memperkuat perekonomian masyarakat Kota Bengkulu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....