Pembanguna Jembatan Aramco di Bengkulu Utara Jadi Harapan Baru Warga
- 30 Jul 2026 14:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Wujud nyata sinergi TNI dengan rakyat kembali terlihat di pelosok Bengkulu Utara, bintara Pembina Desa atau Babinsa Koramil Kodim 0423/Bengkulu Utara Koptu Tomi Asperisnto, turun langsung memantau. Sekaligus bergotong royong bersama warga dalam percepatan pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sengkuang, Kecamatan Tanjung Agung Palik.
Pembangunan jembatan Aramco ini memiliki peran krusial karena menjadi akses vital penghubung antara 3 Desa. Yakni Desa Sengkuang, Desa Tebat Pacur, hingga Desa Banyumas.
Pembangunan jembatan ini diproyeksikan menjadi penyambung urat nadi perekonomian warga. Serta akses mobilitas harian bagi warga di 3 desa tersebut.
Sejak tahap awal pengerjaan, Koptu Tomi Asperisnto konsisten mendampingi warga di lapangan. Kehadirannya tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membakar semangat gotong royong masyarakat.
"Pembangunan Jembatan Aramco ini adalah wujud perhatian besar pemerintah pusat yang menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar warga. Sebagai Babinsa, tugas kami memastikan program ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,," ujar Koptu Tomi Asperisnto kepada RRI Kamis 30 Juli 2026.
Jembatan Aramco merupakan jembatan yang dibangun menggunakan gorong-gorong baja bergelombang yang berbentuk pipa. Lembaran baja ini dibentuk melalui proses cold-forming untuk menciptakan serangkaian alur atau gelombang (korugasi) yang paralel.
Proses inilah yang memberikan kekuatan luar biasa pada struktur tersebut sehingga dapat digunakan sebagai material dalam pembangunan jembatan. Pembangunan jmebatan ini merupakan bagian dari Program Strategis Presiden.
Pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat sangat mengapresiasi atas dibangunnya jembatan ini. Sebelumnya Warga di 3 Desa tersebut kerap kesulitan untuk mnegeluarkan hasil perkebunanya.
Hal ini dikarenakan jembatan pengubungannya hanya terbuat dari kayu, bahkan jika sedang hujan warga terpaksa mengunjal hasil perkebunannya satu per satu melewati aliran sungai. Warga sangat berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai.
"Kalau sebelumnya kami untuk mengangkut hasil kebun seperti sawit itu susah sekali. Kami harus mengunjal dengan motor, bahkan kalau hujan kan tidak bisa pakai motor karena jembatan kayunya itu licin jadi harus unjal satu-satu itu tandan kelapa sawitnya," ujar Santo slaah seorang warga.
Warga menyebut jika nantinya pembangunan jembatan selesai, untuk mengakut hasil perkebunan tidak perlu lagi mengunakan motor. Karena jembatan yang di bangun tersebut nantinya bisa dilewati oleh mobil, dengan begitu proses pengangukan hasil perkebunan warga menjadi lebih cepat, aman, dan lancar.
"Kalau pakai motor hasil panen kami pasti ada yang jatuh dan berkurang, nah kalau sudah bisa pakai mobil pasti kami tidak susah lagi untuk mengangkut hasil panen dan menyusutnya hasil panen juga minim. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat serta kehadiran aktif TNI dari Kodim 0423/Bengkulu Utara," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....