Pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau Terus Diperjuangkan

  • 24 Jul 2026 20:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kelanjutan pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau masih menjadi harapan masyarakat Bengkulu meski belum dapat direalisasikan pada 2026. Proyek tersebut dipastikan akan terus diperjuangkan agar kembali masuk dalam prioritas pembangunan nasional pada tahun 2027.

Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kelanjutan pembangunan ruas tol tersebut. Menurutnya, Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.

Erna menjelaskan, hingga saat ini Bengkulu masih menjadi salah satu provinsi di Pulau Sumatra yang belum terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatra. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi barang, mobilitas masyarakat, dan daya saing daerah.

Karena itu, pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak untuk membuka akses transportasi yang lebih cepat dan efisien. Kehadiran ruas tol tersebut juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan investasi serta memperkuat konektivitas antarprovinsi.

Namun, pada tahun anggaran 2026 pembangunan ruas tol tersebut belum dapat dilanjutkan. Hal ini disebabkan adanya kebijakan efisiensi anggaran serta keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pemerintah pusat memprioritaskan pembiayaan untuk program-program yang lebih mendesak.

Meski belum memperoleh alokasi anggaran pada tahun ini, Erna menegaskan akan terus mendorong agar proyek tersebut kembali masuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, peluang kelanjutan pembangunan akan sangat bergantung pada kondisi APBN tahun 2027.

Erna berharap pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau dapat kembali dimulai secara bertahap pada 2027, setidaknya hingga Tahap II menuju Kabupaten Kepahiang sebelum dilanjutkan ke Tahap III hingga Kota Lubuklinggau. Jika proyek ini terealisasi, akses transportasi antarprovinsi diyakini akan semakin cepat, efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian di Provinsi Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....