Teknologi Pengawetan untuk Tingkatkan Nilai Jual Produk Perikanan

  • 22 Jul 2026 07:00 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Seluma - Universitas Bengkulu (Unib) kembali menghadirkan inovasi berbasis riset untuk mendukung pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Seluma. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, kampus ini mendorong peningkatan kualitas sekaligus nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan melalui teknologi pengolahan dan pengawetan.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Pasar Seluma dengan menyasar kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan sebagai mitra utama. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Juli 2026 itu menyasar dua kelompok pengolah hasil perikanan di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Pasar Seluma. Masing-masing kelompok memperoleh pendampingan sesuai jenis usaha yang dijalankan agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing.

Kelompok Perikanan Nusantara Seluma difokuskan pada peningkatan mutu ikan asap dan ikan kering melalui penerapan teknologi pengolahan yang lebih higienis. Sementara itu, Kelompok Seluma City Mandiri diarahkan mengembangkan berbagai produk olahan baru, seperti stik ikan dan abon ikan yang dipadukan dengan nangka sebagai bahan pangan lokal.

Ketua tim pengabdian, Selly Ratna Sari, mengatakan kerusakan ikan segar masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir akibat keterbatasan teknologi penyimpanan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi pengawetan berbahan alami yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Ia menjelaskan tim memperkenalkan penggunaan kombinasi gambir, kecombrang, kitosan, karagenan, dan asap cair sebagai bahan pengawet alami untuk produk perikanan. Teknologi tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga masa simpan produk menjadi lebih panjang tanpa mengurangi mutu maupun keamanan pangan.

Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan penunjang produksi kepada kelompok mitra. Bantuan berupa vacuum sealer, lemari asap portabel, food dehydrator, mesin penggiling adonan, dan spinner peniris minyak diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas hasil olahan.

Program ini turut memperkuat aspek hilirisasi melalui pengembangan kemasan yang lebih modern dan informatif. Produk olahan kini dilengkapi informasi kandungan gizi serta identitas produk sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan Pemerintah Desa Pasar Seluma dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seluma. Melalui kolaborasi tersebut, Unib berharap inovasi yang diterapkan mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok pengolah ikan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....