Harga Telur Mulai Turun, Kabar Baik yang Disyukuri Warga Bengkulu

  • 06 Jul 2026 09:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Turunnya harga telur ayam ras dalam beberapa hari terakhir menjadi kabar yang cukup melegakan bagi masyarakat Kota Bengkulu. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan dan berbagai harga kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi, penurunan harga telur memberikan sedikit ruang bagi warga untuk mengatur pengeluaran sehari-hari.

Telur selama ini menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, selain mudah didapat, telur juga menjadi sumber protein yang terjangkau dan dapat diolah menjadi berbagai menu untuk keluarga. Tidak heran, ketika harga telur naik, banyak warga yang langsung merasakan dampaknya, sebaliknya, saat harga mulai turun, rasa syukur pun dirasakan oleh para pembeli.

Berdasarkan pantauan di Pasar Minggu Kota Bengkulu, harga telur ayam ras kini berangsur turun, telur ukuran kecil dijual sekitar Rp46 ribu per karpet, turun dari sebelumnya Rp48 ribu. Sementara telur ukuran sedang berada di kisaran Rp52 ribu hingga Rp54 ribu per karpet, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp58 ribu, penurunan juga terjadi pada telur ukuran jumbo yang kini dijual sekitar Rp60 ribu per karpet dari sebelumnya Rp64 ribu.

Bagi banyak keluarga, penurunan harga tersebut memang tidak langsung mengubah kondisi ekonomi secara signifikan. Namun setidaknya, ada rasa lega ketika kebutuhan yang rutin dibeli setiap minggu kembali berada pada harga yang lebih terjangkau.

Salah seorang warga Kota Bengkulu, Nurkaya, mengaku senang melihat harga telur yang mulai turun, menurutnya, telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir tidak pernah absen dari daftar belanja keluarga. Sebagai ibu rumah tangga, ia merasakan betul perubahan harga kebutuhan pokok di pasaran, karena itu, ketika harga telur turun, meskipun tidak terlalu besar, tetap memberikan dampak positif terhadap pengeluaran rumah tangga.

"Alhamdulillah sekarang harga telur sudah mulai turun. Telur ini kebutuhan sehari-hari, jadi kalau harganya lebih murah tentu sangat membantu, setidaknya uang belanja bisa dialihkan untuk kebutuhan lain," ujarnya, Senin 6 Juli 2026.

Hal senada juga dirasakan banyak pembeli lainnya, mereka berharap harga telur tidak kembali melonjak dalam waktu dekat sehingga masyarakat dapat lebih tenang memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Terlebih, telur menjadi salah satu pilihan lauk yang paling ekonomis dibandingkan sumber protein lainnya.

Sementara itu, pedagang telur di Pasar Minggu, Amir, menjelaskan bahwa penurunan harga terjadi karena berkurangnya permintaan selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan telur menurun, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sementara tidak berjalan selama liburan.

"Permintaan memang berkurang sejak sekolah libur dan program MBG sementara berhenti. Karena itu harga telur perlahan turun dibandingkan beberapa minggu lalu," ujar Amir.

Menurut para pedagang, stok telur di pasaran saat ini juga dalam kondisi cukup sehingga turut menjaga kestabilan harga. Mereka berharap kondisi pasar tetap kondusif agar harga tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi ketika aktivitas sekolah kembali normal.

Meski penurunan harga telur kali ini mungkin tidak terlalu besar, namun kabar tersebut tetap menjadi angin segar bagi keluarga-keluarga yang setiap hari berupaya mengatur pengeluaran sebaik mungkin. Di tengah berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, harga telur yang lebih bersahabat memberi rasa tenang bahwa kebutuhan gizi keluarga tetap dapat tercukupi tanpa harus menambah beban belanja rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....