Target Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Mundur hingga 2027

  • 29 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Proses pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran aktivitas pelabuhan. Namun, hingga saat ini pekerjaan tersebut belum mampu mencapai target kedalaman yang telah ditetapkan.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mengatakan hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar secara hybrid bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta PT Pelindo sebagai penanggung jawab pengerukan. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa target kedalaman alur hingga 12 meter belum dapat diselesaikan sesuai jadwal yang sebelumnya ditetapkan pada pertengahan tahun 2026.

PT Pelindo mengusulkan penyesuaian target waktu penyelesaian pekerjaan kepada pemerintah. Proses pengerukan alur pelabuhan diusulkan diperpanjang hingga tahun 2027 agar target kedalaman dapat tercapai secara optimal.

Menurut R.A. Denni, penyesuaian jadwal tersebut dipengaruhi oleh kendala dalam kegiatan pengangkutan batu bara yang mengalami keterlambatan. Hingga kini, baru tiga perusahaan yang telah memperoleh izin untuk melakukan aktivitas pengangkutan, sehingga turut memengaruhi pelaksanaan pengerukan di lapangan.

Selain meminta percepatan proses pengerukan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendorong percepatan penyelesaian perizinan bagi perusahaan yang belum memperoleh izin operasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas angkutan batu bara sekaligus mendukung percepatan pengerukan alur pelabuhan.

Pemerintah provinsi menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, PT Pelindo, dan para pelaku usaha menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Dengan koordinasi yang baik, proses pengerukan diharapkan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas logistik di Pelabuhan Pulau Baai.

Saat ini kedalaman alur Pelabuhan Pulau Baai masih berada di kisaran minus enam meter. Meski demikian, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas kapal yang keluar masuk pelabuhan sehingga operasional pelabuhan masih berlangsung normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....