Pemprov Bengkulu Dorong Investasi Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • 28 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong penguatan investasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengejar capaian pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah rata-rata regional Sumatera maupun nasional.

Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, RA Denni, mengatakan perekonomian Bengkulu pada triwulan I 2026 masih mampu tumbuh positif sebesar 4,72 persen secara tahunan (year on year). Capaian itu menunjukkan fondasi ekonomi daerah tetap memiliki daya tahan yang kuat di tengah berbagai tantangan.

"Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta investasi yang masih tumbuh positif. Namun kita harus mengakui, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Sumatera sebesar 5,13 persen dan nasional sebesar 5,61 persen," kata Denni dalam Sarasehan Perekonomian Diseminasi LPP Bengkulu edisi Mei 2026 dan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu pada 8 Juli 2026 di hotel berbintang di Kota Bengkulu.

Menurutnya, struktur ekonomi Bengkulu hingga kini masih bertumpu pada konsumsi. Karena itu, investasi dan pembentukan modal tetap harus diperkuat agar menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu fokus Pemprov Bengkulu adalah mengoptimalkan peran Pelabuhan Pulau Baai sebagai gerbang utama perekonomian daerah. Denni menilai kembali beroperasinya pelabuhan tersebut melalui dukungan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 telah memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi Bengkulu.

Meski demikian, Pemprov berharap pemerintah pusat memperpanjang sekaligus memperluas cakupan Inpres tersebut. Tidak hanya untuk memastikan akses pelayaran ke Pulau Enggano tetap terbuka, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan industri yang diyakini mampu meningkatkan investasi dan membuka lapangan kerja baru.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga memperjuangkan pembangunan jalur kereta api Lubuk Linggau–Pulau Baai. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi solusi distribusi batu bara dari PT Bukit Asam menuju Pelabuhan Pulau Baai.

Denni mengungkapkan jarak jalur rel dari Lubuk Linggau menuju Bengkulu hanya sekitar 98 kilometer, jauh lebih efisien dibandingkan pengiriman batu bara ke Lampung yang mencapai sekitar 460 kilometer.

"Kami sudah menyampaikan usulan kepada kementerian terkait agar pembangunan rel kereta api dipercepat. Bahkan ada pihak swasta yang menyatakan kesiapan berinvestasi apabila diberi kesempatan membangun jalur tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov juga terus mengembangkan potensi ekonomi Pulau Enggano melalui sektor pertanian, perikanan, perkebunan kelapa, hingga pariwisata. Pemerintah masih mengkaji secara mendalam wacana pengembangan perkebunan kelapa sawit di Enggano dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Dalam kesempatan itu, Denni juga mengapresiasi keberhasilan Bengkulu mengendalikan inflasi. Berdasarkan capaian terbaru, Bengkulu menjadi provinsi terbaik di Sumatera dalam pengendalian inflasi sehingga memperoleh insentif pemerintah pusat sebesar Rp6 miliar.

Dana insentif tersebut, kata Denni, akan disalurkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masing-masing daerah direncanakan memperoleh dukungan sekitar Rp500 juta guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Bengkulu semakin kuat, investasi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat terus membaik." tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....