Takir Plontang Tradisi Turun Temurun Warga Desa Tebing Kaning
- 16 Jun 2026 18:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Berbagai tradisi dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menyambut tahun baru islam 1 muharam 1448 Hijriah. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Tebing Kaning, kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara yang meggelar tradisi tahunan sambut 1 muharam yang diberima nama Takir Plontang.
Takir Plontang bukan hanya sekadar nama sebuah tradisi. Namun bagi masyarakat Desa Tebing Kaning, takir plontang merupakan warisan budaya yang telah dijaga dan dilaksanakan secara turun temurun sejak tahun 1933.
Tokoh Adat Desa Tebing Kaning, Daud mengatakan takir plontang adalah wujud dari rasa syukur masyarakat Desa Tebing Kaning atas hasil bumi yang ada di Desa Tebing Kaning. Wujud dari rasa syukur ini disimbolkan lewat takir plontang yang dibuat dari daun pisang yang dihiasi oleh janur kemudian dibentuk menjadi seperti wadah yang menyerupai kapal.
"Ya setiap tahun kita melaksanakan tradisi Takir Plontang ini. Takir plontang ini sudah ada sejak tahun 1933 dan masih terus kami lestarikan hingga saat ini," ujarnya.

Daud menyebut wadah yang dibuat dari daun pisang dan daun kelapa tersebut diisi oleh nasi dan lauk sesuai dengan kemampuan setiap warga. Penyajian lauk dan nasi di dalam daun pisang inilah yang disebut warga sebagai takir plontang.
"Wadah dari daun pisang yang lauk pauk itu lah yang disebut takir plontang. Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur dan terus dilaksanakan oleh generasi berikutnya," katanya.

Meski pelaksanaan takir plontang tahun ini diguyur hujan, namun warga Desa tebing Kaning tetap antusias mengikuti tradisi ini. Dimana setiap keluargab membuat takir plontang, kemudian saat sore hari jelang 1 muharam warga akan membawa takir plontang tersebut untuk kemudian dijejerkan disepanjang jalan Desa.
Setelah semua warga berkumpul di pinggir jalan, dipandu oleh tokoh adat setempat warga pun berdoa bersama. Kemudian semua warga memakan takir plontang bersama-sama.
Momen makan bersama inilah yang paling unik, karena takir plontang akan habis dalam sekejab. Selain itu warga boleh bertukaran menu takir plontang dengan warga lain.
"Yang paling seru saat takir plontang itu waktu kita akan makan bersama, takir plontang yang dibawa itu dalam sekejab ludes. Soalnya kita itu juga boleh ambil takir plontang milik warga lain, pokoknya seru sekali," ujar Edi salah seorang warga Desa Tebing Kaning.

Meskipun terlihat rusuh saat proses makan bersama. Namun momen ini yang justru dinilai warga semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar warga.
Bagi warga Desa Tebing Kaning, takir plontang memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar hidangan tradisional. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan kesempatan untuk kembali menyambut tahun baru islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....