Malam Menjara KKT Imam Sambangi KKT Bansal dalam Prosesi Sakral Festival Tabut
- 22 Jun 2026 06:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dentuman dol dan tabuhan tassa kembali menggema di kawasan Kampung Bali, Kota Bengkulu, saat Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Imam melaksanakan prosesi Menjara malam kedua dengan mengunjungi KKT Bansal. Ritual yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Festival Tabut Bengkulu ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, disaksikan oleh masyarakat yang memadati sepanjang jalur prosesi.
Menjara merupakan tradisi saling berkunjung antar kelompok keluarga Tabut yang dilaksanakan pada malam 7 hingga 8 Muharram. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar rumpun keluarga Tabut, tetapi juga memiliki makna historis dan simbolis yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ketua KKT Panglima Kasam Kampung Bali sekaligus Sekretaris KKT Bengkulu, Yanuar Satria Utama, menjelaskan bahwa dalam tradisi Tabut, Menjara melambangkan dimulainya peperangan, bukan dalam arti peperangan yang sesungguhnya, melainkan simbol perlawanan dan semangat perjuangan. Selain itu, prosesi ini juga menjadi wadah untuk menampilkan kemampuan para penabuh dol dan tassa yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
"Malam ini adalah malam kedua menjara, dimana KKT Imam mendatangi KKT Bansal. Ini juga biasa disebut malam beruji dol, karena akan ada adu pukulan dol antara, KKT Imam dan Bansal," ujarnya, Senin 22 Juni 2026.
Pada Menjara malam kedua, rombongan KKT Imam bergerak menuju KKT Bansal dengan membawa panji-panji kebesaran dan diiringi tabuhan dol yang terus mengalun sepanjang perjalanan. Irama dol yang dimainkan secara kompak menciptakan suasana semarak namun tetap sarat makna, mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas perayaan Tabut di Bengkulu.
Ritual Menjara menjadi salah satu prosesi yang paling dinantikan masyarakat dalam Festival Tabut. Selain menghadirkan atraksi musikal khas Bengkulu, kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk keterampilan para penabuh dol dan tassa dari masing-masing kelompok keluarga Tabut.
Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Kampung Bali membuat jajaran Polresta Bengkulu turun langsung melakukan pengamanan. Petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas dan mengawal jalannya prosesi agar kegiatan berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.
Keberadaan aparat di sepanjang rute Menjara turut memberikan rasa aman bagi warga yang hadir menyaksikan prosesi budaya tersebut. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat meningkatnya jumlah pengunjung yang datang dari berbagai wilayah.
Festival Tabut sendiri merupakan tradisi budaya dan religi yang digelar setiap 1 hingga 10 Muharram untuk mengenang gugurnya Husein bin Ali di Padang Karbala. Menjara menjadi salah satu tahapan penting sebelum memasuki rangkaian prosesi berikutnya menuju puncak perayaan Tabut.
Antusiasme masyarakat yang terus terjaga dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa tradisi warisan leluhur ini masih hidup dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Bengkulu. Di tengah dentuman dol yang menggugah semangat, nilai persaudaraan, pelestarian budaya, dan penghormatan terhadap sejarah terus diwariskan kepada generasi penerus
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....