Pembiayaan UMi Bengkulu Tembus Rp50,11 Miliar, Perempuan Mendominasi
- 11 Jun 2026 23:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Bengkulu menunjukkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan tahun, penyaluran pembiayaan UMi telah mencapai Rp50,11 miliar dan dimanfaatkan oleh 7.259 debitur yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohammad Irfan Surya Wardhana, mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang inklusif, khususnya bagi pelaku usaha yang belum terjangkau layanan perbankan.
“Pembiayaan UMi hadir sebagai pelengkap Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjangkau masyarakat unbankable. Realisasi penyaluran yang telah mencapai Rp50,11 miliar menunjukkan bahwa program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah,” ujar Irfan, Kamis 11 Juli 2026.
Menurutnya, salah satu fakta menarik dari penyaluran UMi di Bengkulu adalah dominasi perempuan sebagai penerima manfaat. Dari total 7.259 debitur, sebanyak 7.252 orang atau sekitar 99,9 persen merupakan perempuan dengan total pembiayaan mencapai Rp50,05 miliar.
“Data ini menunjukkan bahwa perempuan, khususnya para ibu pelaku usaha mikro, menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat. Mereka memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja skala mikro serta meningkatkan kesejahteraan rumah tangga,” kata dia.
Dari sisi lembaga penyalur, Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur terbesar dengan total pembiayaan Rp45,89 miliar kepada 6.592 debitur. Seluruh pembiayaan yang disalurkan PNM di Bengkulu menggunakan skema syariah yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat.
Selain PNM, PT Bahana Artha Ventura (BAV) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,95 miliar kepada 651 debitur. Sementara itu, PT Pegadaian dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jasa turut berkontribusi dengan penyaluran masing-masing Rp175 juta kepada 15 debitur dan Rp100 juta kepada satu debitur.
Irfan menjelaskan, sebagian besar dana UMi diserap sektor perdagangan besar dan eceran yang menerima pembiayaan sebesar Rp47,11 miliar untuk 6.783 debitur. Pembiayaan tersebut membantu pedagang pasar, warung sembako, hingga usaha kelontong dalam memperkuat modal usaha mereka.
Sektor pertanian dan kehutanan juga memperoleh dukungan pembiayaan sebesar Rp2,06 miliar kepada 334 debitur. Sementara sektor akomodasi dan makan minum menerima penyaluran sebesar Rp434 juta yang dimanfaatkan oleh 72 pelaku usaha kuliner.
Dari sisi wilayah, Kota Bengkulu menjadi daerah dengan penyaluran tertinggi mencapai Rp11,57 miliar kepada 1.503 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bengkulu Utara dengan penyaluran Rp10,34 miliar kepada 1.395 debitur, disusul Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar Rp5,50 miliar untuk 755 debitur.
“Sebaran ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan, tetapi juga telah menjangkau wilayah kabupaten sehingga semakin banyak pelaku usaha mikro yang memperoleh kesempatan mengembangkan usahanya,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, program UMi dirancang sebagai tahapan awal bagi pelaku usaha ultra mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha sebelum memperoleh akses pembiayaan yang lebih besar melalui program KUR. Dengan plafon pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa agunan tambahan, para pelaku usaha diharapkan mampu membangun rekam jejak kredit yang baik.
“Harapannya, para debitur UMi dapat naik kelas menjadi nasabah KUR sehingga memperoleh akses modal yang lebih besar untuk mengembangkan usaha mereka. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperluas inklusi keuangan,” tutur Irfan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....