Petani Kopi Rejang Lebong Khawatir Tren Penurunan Harga
- 11 Jun 2026 11:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Petani kopi di Rejang Lebong menghadapi kabar kurang menggembirakan setelah harga kopi robusta kembali turun dalam beberapa hari terakhir. Per tangga 11 Juni 2026, Komoditas andalan daerah tersebut kini dijual pada kisaran Rp50 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp55 ribu per kilogram.
Penurunan harga ini terjadi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi krisis moneter 1998 ketika kenaikan dolar justru diikuti lonjakan harga kopi yang menguntungkan petani.
Rusmanto, pengepul kopi di Desa Air Bang, Rejang Lebong, mengatakan perubahan harga sejak beberapa bulan cenderung turun. Permintaan kopi juga tidak seperti biasanya.
Meski mengalami penurunan, harga kopi saat ini masih tergolong cukup baik dibandingkan periode sebelumnya. Nilai jual saat ini masih memberikan harapan bagi para pelaku usaha kopi di daerah tersebut.
Namun, tren penurunan diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat. Ia menilai meningkatnya pasokan kopi dari wilayah lain berpotensi menekan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
"Kalau kata bos di Jakarta di Brasil lagi panen besar juga. Nah suplai kopi jadi banyak, sementara kopi mereka jah lebih bagus," kata Manto, 11 Juni 2026.
Di tengah tekanan harga, kualitas biji kopi tetap menjadi penentu utama nilai jual. Kopi hasil petik merah dengan kadar air rendah masih memiliki peluang mencapai harga di atas Rp60 ribu per kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....