Pengusaha di Rejang Lebong Rutin Ekspor Komoditas Kolang-Kaling

  • 01 Agt 2026 19:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Furnindo Sagala Persada, eksportir utama kolang-kaling asal Kabupaten Rejang Lebong, rutin melakukan ekspor selama kurang lebih tiga tahun. Terbaru UMK ini mengirimkan 22 ton kolang-kaling ke Vietnam hasil bermitra dengan pelaku UMKM setempat.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bengkulu, drh. Betty Fajarwati, M.H., mengatakan seluruh komoditas yang diekspor telah melalui pemeriksaan sesuai prosedur karantina. Pemeriksaan dilakukan mulai dari dokumen hingga kondisi fisik komoditas sebelum diterbitkan sertifikat kesehatan.

"Petugas karantina tumbuhan melakukan pemeriksaan fisik di tempat asal di Rejang Lebong untuk memastikan kolang-kaling sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan negara tujuan, yaitu Vietnam," ujar Betty, saat diwawancarai, Sabtu 1 Agustus 2026.

Selain pemeriksaan fisik, BKHIT Bengkulu juga memverifikasi seluruh dokumen yang diajukan eksportir. Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap dan komoditas dipastikan sehat, kolang-kaling dapat diberangkatkan ke Vietnam.

Betty mengungkapkan kebutuhan kolang-kaling di Vietnam mencapai sekitar 150 ton setiap bulan. Sementara kapasitas produksi dari Rejang Lebong saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50 hingga 60 ton per bulan.

Menurutnya, sentra produksi kolang-kaling di Provinsi Bengkulu masih berada di Kabupaten Rejang Lebong. Peluang peningkatan ekspor masih terbuka apabila kapasitas produksi dan pengolahan dapat terus ditingkatkan.

Kendala yang dihadapi pelaku usaha saat ini adalah keterbatasan tenaga kerja ketika musim panen kopi. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan kolang-kaling menjadi lebih sulit karena banyak pekerja beralih ke sektor perkebunan kopi.

Betty menjelaskan jika BKHIT Bengkulu memberikan pendampingan kepada eksportir agar seluruh persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap komoditas asal Bengkulu diterima dan tidak mengalami penolakan di negara tujuan ekspor.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....