Harga Sawit Anjlok, Sebagian Petani Menunda Panen
- 31 Mei 2026 05:07 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Berdasarkan rekap perkembangan harga tandan buah segar kelapa sawit pekebun non mitra bulan Mei 2026. Hampir seluruh pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara mengalami penurunan harga.
Sejumlah pabrik yang sebelumnya membeli tandan buah segar kelapa sawit diatas Rp3.000 per kilogram, kini turun drastis menjadi dibawah harga tersebut. Bahkan disejumlah perusahaan penurunan harga terjadi cukup tajam dalam dua hari terakhir.
Salah seorang pemilik RAM sawit di Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, Ali mengatakan kondisi penurunan harga di pabrik berpengaruh kepada tingkat RAM atau tempat penampungan sawit milik masyarakat. Saat ini harga sawit ditingkat RAM hanya berkisar Rp1.300 hingga Rp1.600 per kilogram.
| Baca juga: Harga Cabai Merah di Bintuhan Kembali Naik |
"Turunya harga ditingkat pabrik berpengaruh juga pada harga ditingkat RAM. Saat ini harganya berkisar Rp1.300 hingga Rp1.600 per kilogram," katanya
Akibat kondisi tersebut, daya panen petani mulai menurun. Bahkan sebagian petani memilih menunda panen, dengan harapan harga kembali naik.
Meski demikian masih ada juga petani yang tetap menjual hasil panen sawit mereka. Karena kebutuhan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.
"Karena harga sawit lagi turun drastis, banyak juga petani yang menunda panennya. Mungkin meraka menunggu harga agak naik baru mereka akan panen," ujarnya.
Ali menyebut,bkondisi ini sangat berdampak terhadap perekonomian petani sawit. Terutama bagi petani mandiri yang mengurus kebunnm hingga panen sendiri.
Dengan kondisi saat ini petani berharap harga sawit dapat kembali stabil. Dengan harga ideal minimal Rp3.000 per kilogram di tingkat pabrik.
"Kami sangat berharap harga jual sawit di tingkat pabrik segera stabil. Paling tidak Rp3.000 per kilogram," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....