Indeks Ketimpangan Gender di Bengkulu Tahun 2025 mengalami Meningkat 0,39 Persen

  • 29 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Bengkulu ditahun 2025 sebesar 0,396 naik sebanyak 0,012 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 0,384. Peningkatan sebesar 0,012 poin tahun ini mengindikasikan adanya peningkatan ketimpangan dibandingkan tahun 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal mengatakan, selama lima tahun, angka IKG mengalami tren perbaikan yang positif (tahun 2020-2024), yang mengindikasikan ketimpangan gender yang semakin mengecil. Namun, setelah mencapai titik terendah pada tahun 2024, angka IKG mengalami kenaikan tipis menjadi 0,396 walaupun kondisi ini masih lebih baik dibandingkan kondisi tahun 2020 hingga 2023.

Dikatakannya, peningkatan IKG Provinsi Bengkulu 2025 dipengaruhi oleh dimensi kesehatan reproduksi, khususnya indikator melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF). Proporsi perempuan usia 15-49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) meningkat dari 0,048 persen pada 2024 menjadi 0,060 persen pada 2025.

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Provinsi Bengkulu menunjukkan perbaikan yang konsisten pada dua dimensi yaitu pemberdayaan dan pasar tenaga kerja. Sementara itu, dimensi kesehatan reproduksi mengalami peningkatan pada proporsi ibu yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan (MTF).

"Indikator melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF). Proporsi perempuan usia 15-49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) meningkat dari 0,048 persen pada 2024 menjadi 0,060 persen pada 2025." kata Win Rizal.

Ia mengatakan, terdapat dua indikator dalam dimensi kesehatan reproduksi, yaitu proporsi perempuan usia 15–49 tahun , yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF). Selain itu juga proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20).

"Peningkatan dimensi kesehatan reproduksi pada indikator MTF mengindikasikan penurunan akses atau pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi, yang menjadi salah satu pendorong naiknya indeks ketimpangan gender secara keseluruhan di tahun 2025. "Ujar Win Rizal Rabu 26 Mei 2026.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....