RAM Sawit Tidak Miliki Izin Berpotensi Timbulkan Berbagai Risiko

  • 26 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Usaha Loading Ramp atau RAM Sawit saat ini terus bertumbuh di Kabupaten Bengkulu Utara. Usaha ini memegang peran penting dalam rantai pasok kelapa sawit lokal.

Hal ini karena, RAM sawit menjadi titik penampungan sementara tandan buah segar kelapa sawit dari petani. Sebelum akhinya didistribusikan kepada pabrik pengolahan.

Namun sayangnya masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki nomor induk berusaha atau NIB. Hal inintebtunya dangat disayangkan, karena akan berpengaruh terhadap petani sawit.

Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Safarudin mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan jumlah RAM sawit yang beroperasi dan memiliki izin. Karena belum adanya data resmi terkait perizinan usaha tersebut.

"Kalau kita lihat dengan kasat mata RAM sawit di Bengkulu Utara ini banyak ya. Tapi masih ada RAM yang tidak miliki izin usaha resmi," katanya.

Dinas Perkebunan meminta kepada Dinas Perizinan untuk melakukan rekapitulasi data jumlah RAM yang ada. Agar Pemerintah Daerah dapat menentukan langkah selanjutnya terhadap RAM yang tidak memiliki izin resmi.

Safarudin menyebut dengan adanya izin resmi Dinas Perkebunan akan memiliki kewenangan tehadap RAM. Sehingga selaku dinas teknis dapat melakukan pengawasan dan pembinaan.

"RAM sawit tanpa izin memiliki sejumlah risiko ya. Mulai dari potensi kecurangan timbangan, ketidakteraturan tata niaga, hingga dampak pada persaingan usaha antar pelaku usaha sawit," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Bengkulu Utara Budi Sampurno mengakui/ saat ini baru sebagian kecil RAM sawit yang memiliki NIB. Padahal menurutnya,bsetiap pelaku usaha wajib memiliki nomor induk berusaha dan proses pengurusannya diklaim tidak sulit.

RAM sawit sendiri masuk dalam kategori usaha mikro, dengan nilai modal di bawah satu miliar rupiah. Pemerintah pun mendorong agar para pelaku usaha segera melengkapi legalitas usaha demi terciptanya tata niaga sawit yang lebih tertib

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....