BKKBN dan Bupati Bengkulu Utara Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting

  • 19 Mei 2026 20:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Bupati Kabupaten Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata menyatakan siap memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja perdana Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa 19 Mei 2026.

Kunjungan tersebut menjadi agenda audiensi perdana dr. Zamhir Setiawan sejak menjabat sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Dalam pertemuan itu, ia didampingi Plt Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Weldi Suisno serta Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan, Edi Sofyan.

Bupati Arie Septia Adinata hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Fitriyansyah, Asisten I Setdakab Bari Oktari, Kepala Dinas PPKB Bengkulu Utara Nova Hendriani serta jajaran Pemerintah. Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dengan BKKBN dalam mendukung program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Bengkulu Utara.

“Insyaallah sinergitas seperti ini yang kita inginkan, agar percepatan penurunan stunting di Bengkulu Utara ini bisa kita atasi. Beberapa sumbatan juga sudah kita sampaikan melalui proposal agar dapat segera ditindaklanjuti untuk mengoptimalkan program BKKBN di Bengkulu Utara, ” ujar Arie.

Sementara itu, Zamhir mengatakan kunjungan kerja tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terhadap pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana dan percepatan penanganan stunting. “Dalam kunjungan ke Bengkulu Utara ini sebagai apresiasi atas prestasi yang luar biasa terkait dengan dukungan Program Bangga Kencana,” kata Zamhir.

Dalam pertemuan itu juga dibahas kondisi keluarga berisiko stunting di Bengkulu Utara berdasarkan data Pendataan Keluarga 2025. Dari total 88.791 keluarga yang didata, terdapat 9.025 keluarga berisiko stunting. Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2024 yang tercatat sebanyak 7.787 keluarga berisiko stunting dari 88.548 keluarga.

Melihat kondisi tersebut, BKKBN Provinsi Bengkulu mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor melalui program Genting. Program ini merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan masyarakat, komunitas hingga sektor swasta sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting melalui bantuan nutrisi, edukasi, sanitasi, akses air bersih hingga rumah layak huni.

Selain membahas penanganan stunting, dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara BKKBN Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terkait pengelolaan sampah untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan. Kerja sama tersebut dinilai penting karena persoalan stunting juga berkaitan erat dengan kualitas lingkungan yang bersih dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....