Budidaya Maggot, Solusi Atasi Sampah Organik

  • 18 Mei 2026 12:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus mencari langkah inovatif untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah organik yang setiap hari terus meningkat. Salah satu upaya yang kini mulai digencarkan yakni melalui program budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah yang dinilai cepat, efektif, dan bernilai ekonomi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan budidaya maggot menjadi alternatif pengelolaan sampah organik yang jauh lebih efisien dibanding metode pengomposan konvensional. Hal ini nantinya diharapkan mampu mengurangi permasalahan persampahan di Kota Bengkulu.

“Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu,” kata Anshar, Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya difokuskan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), mamun juga bisa menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular di tengah masyarakat. Dalam skema tersebut, sampah organik rumah tangga diolah menggunakan maggot, kemudian hasil budidaya maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun pakan ikan lele yang memiliki kandungan protein tinggi.

“Ini konsep ekonomi sirkular, sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi,” ujarnya.

DLH Kota Bengkulu saat ini juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat program tersebut, mulai dari komunitas penggiat lingkungan hingga kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi dan penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Anshar menilai keberhasilan program budidaya maggot sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan advokasi secara masif hingga tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan RT.

Edukasi tersebut nantinya akan menitikberatkan pada pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik agar proses pengolahan sampah dapat berjalan maksimal. Pemerintah kota berharap agar pemilahan sampah bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi gaya hidup baru masyarakat Kota Bengkulu.

Program budidaya maggot sendiri dinilai memiliki prospek besar di Kota Bengkulu, mengingat tingginya produksi sampah organik rumah tangga dan pasar tradisional. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui budidaya maggot dan perikanan terpadu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....