Bank Sampah Kembangkan Inovasi Sampah Plastik Menjadi Minyak Bernilai Ekonomi

  • 17 Jun 2026 10:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pengelola Bank Sampah Pejuang Lingkungan Bengkulu, Imam Sapardi, mengatakan keberadaan bank sampah saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pengelolaan sampah semata, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Melalui sistem pengumpulan dan penjualan sampah yang memiliki nilai ekonomi, warga dapat memperoleh pendapatan sekaligus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Menurut Imam Sapardi, konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi tersebut terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali dan memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Bank Sampah Pejuang Lingkungan Bengkulu tengah mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi minyak yang memiliki kualitas setara dengan bahan bakar dexlite. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Adapun jenis sampah plastik yang dapat diolah menjadi minyak antara lain kantong plastik, bungkus makanan non-aluminium foil, serta berbagai jenis plastik biasa yang banyak ditemukan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dan diproses menggunakan teknologi tertentu sehingga dapat menghasilkan bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomis.

Imam mengungkapkan bahwa dalam proses pengolahan tersebut, satu ton sampah plastik mampu menghasilkan sekitar 50 liter minyak yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Minyak hasil olahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menunjang operasional mesin-mesin industri dan pabrik tertentu.

Meski memiliki potensi yang besar, Imam menilai hingga saat ini program pengembangan bank sampah dan pengolahan sampah plastik menjadi minyak belum mendapatkan perhatian yang maksimal dari pemerintah. Padahal, berbagai bentuk dukungan seperti bantuan peralatan, pelatihan sumber daya manusia, serta penyediaan fasilitas pengolahan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil pengolahan.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap program tersebut karena manfaat yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah. Dengan dukungan yang memadai, inovasi pengolahan sampah plastik menjadi minyak diyakini dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi salah satu solusi lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat Bengkulu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....