Magister Komunikasi Unib-BPK Bedah Potensi Wisata Desa Taba Lubuk Puding Seluma

  • 11 Mei 2026 16:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Seluma - Sebanyak 26 Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) FISIP Universitas Bengkulu (Unib) bersama dosen pendamping dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Bengkulu melakukan praktik penelitian lapangan ke Desa Taba Lubuk Puding, Kabupaten Seluma, Sabtu 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengkaji langsung potensi desa.

Praktik lapangan dalam mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif bersama dosen pengampu Dr. Alfarabi, MA bertujuan membedah potensi wisata desa yang memiliki kekayaan sejarah, adat, dan alam. Desa ini dinilai memiliki banyak nilai budaya dan wisata yang layak dikembangkan.

Kepala Program Studi MIKOM Unib, Dr. Dhanurseto Hadiprashada, M.Si mengatakan praktik kuliah lapangan penting agar mahasiswa dapat menerapkan teori yang diperoleh di kelas. Menurutnya, pengalaman langsung memberi pemahaman lebih kuat terhadap realitas sosial masyarakat.

“Melalui kunjungan langsung dan melihat kondisi realitas di lapangan, mahasiswa yang selama ini belajar teori komunikasi di kelas dapat menerapkannya dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga Desa Taba Lubuk Puding,” katanya.

Kepala Desa Taba Lubuk Puding, Untung Putra Jaya menyambut baik kunjungan akademik mahasiswa MIKOM UNIB bersama dosen dan perwakilan BPK Bengkulu. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membantu pengembangan potensi wisata desa.

Untung menjelaskan Desa Taba Lubuk Puding masih memegang teguh adat budaya Serawai serta memiliki sejarah kuat sejak masa penjajahan Inggris sebelum abad ke-18. Desa ini juga pernah menjadi markas perjuangan masyarakat Bengkulu.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan para mahasiswa dan dosen. Kehadiran kalian tentu bisa menjadi salah satu masukan untuk kami dalam mengembangkan potensi wisata desa ini, karena sejarah, adat, dan alam desa ini layak diketahui khalayak luas,” tutur Untung.

Desa ini juga memiliki makam leluhur Poyang Rajo Mudo yang dikenal sebagai panglima perang dari Kerajaan Selebar. Jejak perjuangannya masih dilestarikan melalui Perguruan Silat Serawai Rajo Mudo.

Perguruan silat tersebut dipimpin Aswan yang juga menjadi guru silat di desa. Warisan budaya ini menjadi bagian penting dalam identitas masyarakat setempat.

Selain sejarah dan adat, Desa Taba Lubuk Puding memiliki wisata alam berupa air terjun, tubing sungai, serta ikan larangan atau ikan semah yang dianggap keramat. Potensi ini menjadi daya tarik wisata unik bagi pengunjung.

“Selain memiliki daya tarik dari sejarah dan adat, desa kami juga memiliki wisata alam yang menarik dan unik untuk masyarakat. Hal ini tentu bisa memberikan pengalaman baru bagi masyarakat yang berkunjung,” terang Untung.

Perwakilan mahasiswa, Chairil Ansyorie mengatakan observasi dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pendekatan etnografi, studi kasus, fenomenologi, dan metode lainnya. Penelitian ini bertujuan memperoleh data komprehensif terkait potensi wisata desa.

“Kami mahasiswa angkatan 16 sangat berkesan melakukan penelitian di Desa Taba Lubuk Puding yang penuh sejarah kuat, budaya kental, dan alam memukau. Kami dapat menerapkan teori komunikasi secara langsung,” kata Chairil.

Mahasiswa juga mempelajari penerapan teori komunikasi dalam realitas sosial masyarakat, termasuk komunikasi transendental. Hal ini memberikan pemahaman lebih luas terhadap hubungan budaya, spiritualitas, dan masyarakat.

Dalam studi lapangan ini, mahasiswa juga membedah Teori Komunikasi Pariwisata melalui konsep Destination Image atau Citra Destinasi. Konsep ini menyoroti bagaimana desa membangun identitas unik melalui sejarah, adat, dan alam.

“Teori ini terlihat dari bagaimana pihak desa membangun dan mengemas daya tarik desanya agar menarik minat masyarakat luas. Salah satunya dengan terus mempromosikan keunikan desa melalui berbagai kanal termasuk media sosial,” kata Chairil.

Kunjungan riset akademik ini diharapkan mampu memberi dampak signifikan terhadap pengembangan potensi wisata Desa Taba Lubuk Puding. Hasil penelitian juga diharapkan menjadi masukan strategis bagi promosi wisata Kabupaten Seluma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....