Pedagang Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Terjaga jelang Iduladha

  • 05 Mei 2026 07:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Menjelang Hari Raya Iduladha, para pedagang hewan kurban semakin meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan kelayakan hewan yang dijual. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban yang tidak hanya sesuai syariat, tetapi juga layak untuk dikonsumsi.

Di Kota Bengkulu sejumlah lapak penjualan hewan kurban terlihat mulai ramai didatangi calon pembeli, para pedagang pun memastikan setiap hewan yang dijual dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta telah memenuhi kriteria sebagai hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan rutin hingga pemberian pakan yang berkualitas menjadi langkah utama yang dilakukan.

Salah seorang penjual hewan kurban, Edy Suwarno, mengatakan bahwa menjaga kesehatan hewan merupakan hal yang wajib dilakukan. Menurutnya, hal ini tidak hanya menyangkut nilai jual, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pedagang.

“Menjaga kesehatan hewan kurban itu wajib hukumnya. Kami harus memastikan hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak, sehingga pembeli merasa tenang dan tidak ragu,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.

Selain itu, pedagang juga mulai berkoordinasi dengan petugas dari dinas terkait untuk memastikan hewan ternak telah melalui pemeriksaan kesehatan. Biasanya, hewan yang dinyatakan sehat akan mendapatkan tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain kondisi fisik hewan, seperti mata yang cerah, bulu bersih, nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lancar, aman. Dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sekaligus menjamin kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat.

sementara itu, diketahui harga hewan kurban jenis sapi di Kota Bengkulu mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya harga sapi berada di kisaran Rp16 juta per ekor, kini melonjak menjadi Rp17 juta hingga Rp19 juta per ekor.

Kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya stok sapi di tingkat lokal serta meningkatnya permintaan, termasuk dari program MBG. Kondisi tersebut membuat para pedagang harus menyesuaikan harga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya kurban.

Edy mengungkapkan, kenaikan harga terjadi karena dirinya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan sapi. Stok dari peternak lokal semakin terbatas, sementara permintaan terus meningkat dari berbagai pihak.

“Sebelumnya harga masih di angka Rp16 juta, sekarang sudah naik jadi Rp17 juta sampai Rp19 juta per ekor. Stok juga mulai susah didapat,” katanya.

Meski harga mengalami kenaikan, minat masyarakat untuk berkurban diperkirakan tetap stabil. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam menjalankan ibadah kurban setiap tahunnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....