Mengenal Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak
- 30 Sep 2026 09:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bintuhan - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini disebabkan oleh virus Foot-and-Mouth Disease Virus (FMDV) dan dapat menyebar dengan cepat di antara hewan yang rentan.
drh. Getri Grecilia yang merupakan tim Kesehatan Hewan Kabupaten Kaur mengatakan salah satu ciri utama PMK adalah munculnya lepuh atau luka pada bagian mulut, lidah, gusi, serta di sekitar kuku. Hewan yang terinfeksi juga dapat mengalami demam, mengeluarkan air liur secara berlebihan, kehilangan nafsu makan, dan mengalami kesulitan berjalan akibat luka pada kaki.
Penularan PMK dapat terjadi melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dan hewan sehat. Virus juga dapat menyebar melalui air liur, cairan dari lepuh, udara, pakan, peralatan peternakan, kendaraan, maupun pakaian dan alas kaki yang telah terkontaminasi.
"Ya penyakit PMK ini adalah penyakit yang beberapa tahun lalu wabahnya sangat besar ya. Penyakit ini menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi," ujar drh Gretri Grecilia kepada RRI Rabu 30 September 2026.
Meskipun PMK tidak dikenal sebagai penyakit yang menular kepada manusia melalui konsumsi daging atau susu, namun keberadaan penyakit ini dapat menimbulkan kerugian besar bagi peternak. Hewan yang sakit dapat mengalami penurunan produksi, pertumbuhan terganggu, bahkan kematian pada kasus tertentu, terutama pada hewan muda.
Pencegahan menjadi langkah penting untuk mengendalikan penyebaran PMK. Peternak perlu menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar-masuk hewan, melakukan disinfeksi peralatan dan area peternakan, serta segera melaporkan hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan kepada petugas kesehatan hewan.
Vaksinasi juga menjadi salah satu upaya pengendalian PMK pada wilayah dan populasi hewan yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak dan penerapan biosekuriti secara konsisten diperlukan untuk mengurangi risiko masuk dan menyebarnya virus.
"Untuk sekarang kalau kasusnya di Kaur tergolong landai ya. Meskipun begitu peternak tidak boleh lengah harus tetap wasapada dengan melakukan upaya pencegahan seperti vaksinasi dan menjaga kebersihkan kandang ternak," ucapnya.
Dengan mengenali gejala dan cara penularan PMK, peternak serta masyarakat dapat berperan dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut. Penanganan yang cepat, pelaporan kepada petugas, dan penerapan langkah-langkah pencegahan diharapkan dapat membantu melindungi kesehatan hewan sekaligus mengurangi dampak ekonomi bagi peternak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....