Kapolres Lebong Datangi Lokasi Peristiwa Orang Hanyut di Desa Lemeu

  • 05 Mei 2026 07:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Lebong - Peristiwa nahas terjadi di Sungai Air Maceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, pada Senin sore 4 Mei 2026. Delapan pelajar SMAN 1 Lebong yang tengah berwisata di lokasi tersebut menjadi korban luapan arus sungai secara tiba-tiba, Tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kapolres Lebong, Agoeng Ramadhani, turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pencarian dan evakuasi bersama personel Polres, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian bermula saat para pelajar mengunjungi kawasan Sungai Air Maceak pada sore hari.

Sekitar pukul 17.30 WIB, debit air sungai mendadak meningkat akibat luapan air dari hulu, yang kemudian menyeret lima orang pelajar ke dalam arus deras. Dalam situasi darurat tersebut, salah satu pelajar, Farhan Novendri, menunjukkan keberanian dengan berupaya menolong rekan-rekannya, ia berhasil menyelamatkan dua orang dari derasnya arus sungai.

Adapun lima pelajar dinyatakan selamat, yakni Tegar Keanu Al Qayyum (16), Charisa Nindiya Putri (16), Najwa Assyifa (16), Salsa Cahya Ramadhani (16), dan Farhan Novendri (16). Sementara tiga korban lainnya, masing-masing berinisial HA (17), AF (16), dan AR (16), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian oleh tim gabungan.

Dari korban selamat, empat orang telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Satu korban lainnya, Salsa Cahya Ramadhani, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lebong akibat kondisi kesehatannya.

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung intensif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, TNI, BPBD, relawan, hingga warga sekitar. Tim menyisir area sungai dan sekitar air terjun untuk memastikan seluruh korban berhasil ditemukan.

Kapolres Lebong mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. “Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sungai saat cuaca yang tidak menentu karena berpotensi menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba,” ujar Agoeng.

Pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan akan potensi bahaya di lokasi wisata alam. Hal ini penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....