Sampah di Pantai Panjang Bengkulu Masih Jadi Persoalan yang Tak Kunjung usai
- 30 Apr 2026 10:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Permasalahan sampah di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu hingga kini masih menjadi perhatian. Meskipun dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit dan menjadi ikon di Kota Bengkulu dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 7 kilometer, kondisi kebersihan di beberapa titik pantai masih belum terjaga dengan baik.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sampah plastik seperti botol minuman, ranting kayu, bungkus makanan, dan kantong plastik masih terlihat berserakan di sepanjang pesisir pantai. Pemandangan ini cukup mencolok dan mengurangi keindahan pantai yang seharusnya terlihat bersih dan alami.
Kondisi tersebut membuat suasana pantai yang seharusnya nyaman menjadi kurang menyenangkan bagi para pengunjung. Tidak sedikit pengunjung yang merasa terganggu dengan keberadaan sampah tersebut.
Kondisi ini dinilai bukanlah hal yang baru. Persoalan sampah di Pantai Panjang telah berlangsung cukup lama dan kerap menjadi sorotan masyarakat maupun pengunjung yang datang.
Meski demikian, hingga saat ini belum terlihat adanya perubahan yang signifikan. Permasalahan ini seolah terus berulang dari waktu ke waktu tanpa adanya perbaikan yang nyata.
Hasil pantauan di lapangan juga menunjukkan bahwa sampah tidak hanya berada di permukaan pasir. Pada beberapa titik, ditemukan sampah plastik yang tertimbun di dalamnya.
Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga sengaja dikubur di area pantai. Kondisi tersebut membuat penanganan sampah menjadi semakin sulit karena tidak seluruhnya terlihat di permukaan.
Selain berasal dari pengunjung, sampah juga diduga dihasilkan dari aktivitas pedagang di sekitar kawasan pantai. Masih ditemukan indikasi bahwa sebagian sampah dari aktivitas berdagang tidak dikelola dengan baik.
Di sisi lain, fasilitas tempat sampah sebenarnya telah tersedia di beberapa titik kawasan pantai. Namun, keberadaan fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh pengunjung maupun pedagang.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Pantai Panjang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga menyangkut kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Salah seorang pengunjung, Sendi (20), mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah sering ia temui setiap kali berkunjung ke pantai tersebut. Ia menilai bahwa persoalan ini seharusnya sudah bisa ditangani dengan lebih baik.
“Dari dulu memang sudah sering melihat sampah di sini. Walaupun sering diadakan kegiatan bersih-bersih pantai, tetapi menurut saya itu tidak bertahan lama, pasti beberapa saat akan kotor kembali. Jadi seperti tidak ada perubahan,” ujarnya.
Menurut Sendi, keberadaan sampah di kawasan pantai cukup mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang untuk bersantai atau menikmati suasana pantai.
Ia juga menambahkan bahwa kebersihan pantai seharusnya menjadi perhatian bersama, baik oleh pengunjung maupun pihak terkait yang mengelola kawasan tersebut.
“Sebenarnya pantainya bagus, tetapi jika banyak sampah jadi kurang enak dilihat,” tambahnya.
Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku pengunjung yang masih kurang peduli terhadap kebersihan.
Banyaknya sampah plastik sekali pakai menunjukkan bahwa masih ada kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama setelah melakukan aktivitas di kawasan pantai.
Selain itu, kondisi pantai yang terbuka membuat sampah mudah tersebar akibat tiupan angin yang cukup kencang di kawasan pesisir.
Hal ini menyebabkan area yang sebelumnya telah dibersihkan dapat kembali kotor dalam waktu singkat, sehingga upaya menjaga kebersihan menjadi kurang optimal.
Jika tidak ditangani secara serius, permasalahan ini berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan, seperti pencemaran laut dan terganggunya ekosistem pesisir.
Di sisi lain, kondisi pantai yang kotor juga dapat memengaruhi minat pengunjung. Jika kenyamanan berkurang, jumlah wisatawan berpotensi menurun dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Permasalahan sampah di Pantai Panjang Kota Bengkulu menunjukkan perlunya kesadaran bersama baik dari masyarakat, wisatawan, pedagang, maupun pihak terkait guna menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa perubahan perilaku, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan sulit untuk diatasi.
*Penulis Yunti Anita*
*Mahasiswa S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu*
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....