Dari Sampah Organik Jadi Cuan, Warga Sukamerindu Didorong Budidayakan Maggot
- 12 Agt 2026 07:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Sampah organik rumah tangga yang selama ini hanya berakhir di tempat pembuangan dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Salah satunya melalui budidaya maggot yang tidak hanya membantu mengurai sampah, tetapi juga menghasilkan bahan pakan ternak dan pupuk.
Pemanfaatan maggot ini diperkenalkan kepada warga dan peternak Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu, sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah organik sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
Pembina Yayasan Bina Hijau Mandiri (BHM), Ade Rachmawati, menjelaskan, budidaya maggot dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. Dengan langkah sederhana, yakni memilah sampah organik dan anorganik.
Sampah organik yang telah dipisahkan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Dengan cara tersebut, sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
“Untuk skala rumah tangga, kita harus memilah sampah terlebih dahulu, mana yang termasuk sampah organik dan anorganik. Setelah dipisahkan, sampah organik dapat diberikan kepada maggot dan maggot akan menguraikannya menjadi kasmaggot yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk dan pakan ternak,” ujar Ketua Yayasan Bina Hijau Mandiri, Dr. Yenni Oktarianti.
Selain membantu mengurangi volume sampah organik, maggot juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Sementara hasil penguraiannya atau kasmaggot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Bagi masyarakat yang memiliki usaha peternakan, pemanfaatan maggot juga berpotensi menjadi bagian dari sistem usaha yang lebih efisien. Limbah organik dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber pakan dan hasil penguraiannya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian.
Salah seorang peserta, Jaya, menyambut baik pemanfaatan maggot sebagai solusi pengelolaan sampah di lingkungannya. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi segera diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Tanggapan saya, acara ini sukses dan bertujuan baik. Mudah untuk diterapkan , setidaknya untuk pakan ikan dan pupuk kompos,” ujar Jaya.
Pengembangan budidaya maggot di Sukamerindu dilakukan melalui kerja sama kelurahan dengan Yayasan Bina Hijau Mandiri. Yayasan tersebut juga membina lokasi budidaya maggot di Jalan Sumeru, tepatnya di belakang Hotel Mercure, Kota Bengkulu.
Lokasi tersebut menjadi salah satu tempat pembinaan dan pengembangan budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar secara langsung. Dalam kegiatan pengenalan, peserta juga diperlihatkan sampel maggot, kasmaggot, hingga maggot dewasa yang bentuknya menyerupai lalat.
Melalui pemanfaatan maggot, pengelolaan sampah tidak lagi sekadar persoalan membuang dan mengangkut limbah. Sampah organik dapat masuk ke dalam rantai pemanfaatan yang menghasilkan pakan dan pupuk, sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.
Program ini diharapkan dapat mendorong warga Kota Bengkulu, khususnya di Kelurahan Sukamerindu, untuk mulai memilah sampah dari rumah. Serta melihat limbah organik bukan hanya sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai bahan baku yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. (Akbar.MP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....