Hutama Karya Pastikan Kelanjutan Pembangunan Tol Bengtaba Belum Tahun ini
- 18 Apr 2026 15:34 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kelanjutan pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau hingga kini belum menunjukkan kepastian, meskipun proyek tersebut kembali masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025 melalui Permenko Nomor 16 Tahun 2025. Pada 2026, pembangunan untuk seksi II dan III dipastikan belum berlanjut.
Dimana jalan tol sepanjang 95 kilometer ini direncanakan melintasi Kabupaten Kepahiang, Curup hingga Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
"Hingga saat ini, realisasi pembangunan baru mencapai 16,7 kilometer, yakni ruas Bengkulu–Taba Penanjung di Kabupaten Bengkulu Tengah," katanya.
Kepala Regional Sumatera Bagian Selatan PT Hutama Karya, Arief Yeri Krisnanto, menyampaikan belum adanya perkembangan terbaru terkait kelanjutan proyek tersebut.
“Tidak ada pembangunan lanjutan tol Bengkulu pada tahun 2026 ini,” ujar Arief dalam kegiatan media gathering bersama jurnalis di Bengkulu pada Sabtu (18/4/2026).
DIa juga menegaskan tidak ada perubahan rute dari Bengkulu menuju Muara Enim dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
“Rute tetap menggunakan jalur yang lama,” katanya.
Kendati demikian ia menyatakan optimis kelanjutan pembangunan jalan tol Bengkulu hingga Lubuk Linggau nantinya. Hanya saja mengenai kapan, pihaknya belum bisa memastikan waktu pastinya, karena tergantung Pemerintah Pusat. Apalagi dari sisi keuntungan diakui Tol Bengtaba pendapatannya masih minus.
"Seperti nya jalan tol Bengkulu bisa lanjut ketika mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat, termasuk perjuangan legislator pusat bersama pemdanya. Mudah-mudahan saja ada kepastian nya pada tahun depan, sebab setahu saya pada tahun ini belum akan dilanjutkan pembangunan nya," tuturnya.
Sementara itu, PT Hutama Karya melalui Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Regional Sumbagsel saat ini mengelola total 346 kilometer jalan tol untuk mendukung mobilitas lintas provinsi.
Dari total tersebut, sepanjang 292 kilometer telah beroperasi penuh, sedangkan 54 kilometer masih berstatus fungsional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....