Warga Muhammadiyah Bengkulu Salat Id di Jalan Suprapto dengan Khidmat dan Tertib

  • 20 Mar 2026 10:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Ratusan masyarakat Muhammadiyah di Kota Bengkulu memadati kawasan Jalan Suprapto sejak pagi hari untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat 20 Maret 2026.

Ruas jalan utama tersebut disulap menjadi lokasi ibadah terbuka yang dipenuhi jemaah dari berbagai penjuru kota, menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Sejak matahari belum tinggi, jemaah mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Hamparan sajadah berwarna-warni memenuhi badan jalan, sementara takbir berkumandang mengiringi kedatangan para jemaah yang datang bersama keluarga.

Pelaksanaan Salat Id ini merupakan bagian dari penetapan 1 Syawal yang telah ditentukan oleh Muhammadiyah melalui metode hisab. Sehingga perayaan Idulfitri bagi warga Muhammadiyah berlangsung lebih awal dibanding sebagian umat Islam lainnya di Indonesia.

Pantauan di lokasi menunjukkan pelaksanaan salat berlangsung dengan tertib. Barisan jemaah tersusun rapi memenuhi ruas jalan yang telah ditutup sementara untuk kendaraan.

Petugas keamanan dari aparat kepolisian, TNI, serta unsur pemerintah daerah tampak berjaga di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran kegiatan. Kehadiran petugas memberikan rasa aman bagi jemaah yang mengikuti ibadah.

Selain itu, relawan dari organisasi Muhammadiyah turut membantu mengatur arus jemaah serta memastikan protokol keselamatan berjalan dengan baik. Tidak hanya sebagai ibadah, momen Salat Id ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Endang afrizal ketua pimpinan daerah muhammadiyah kota bengkulu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada warga muhammadiyah dari sisi keamanan dan pengamanan. "Terima kasih kepada aparat TNI/Polri dan masyarakat yang telah mengamankan jalannya salatId bagi warga Muhammadiyah di Kota Bengkulu" kata Endang.

Endang Afrizal juga mengajak seluruh umat untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan, dan perbedaan bukan diperdebatkan apalagi dijadikan perselisihan akan tetapi menjadi saling menjaga toleransi antar sesama. Setelah salat dan khutbah selesai, jemaah tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Anak-anak terlihat bermain di sekitar lokasi, sementara para orang tua berbincang dengan kerabat dan tetangga yang jarang ditemui selama Ramadan.

Bagi sebagian warga, pelaksanaan salat di ruang terbuka memberikan pengalaman tersendiri karena dapat menampung jemaah dalam jumlah besar sekaligus memperkuat rasa persaudaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....