Warga Diminta Tidak Panik Membeli BBM

  • 07 Mar 2026 07:11 WIB
  •  Bengkulu

‎‎RRI.CO.ID, Bengkulu - Kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sempat muncul di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu. Namun masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar situasi tetap kondusif.

‎Salah seorang warga, Itra, mengaku sempat merasa khawatir setelah mendengar kabar dari lingkungan sekitar, termasuk informasi yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan kelangkaan BBM. Sehingga dirinya panik dan ikut dalam barisan masyarakat yang mengantre BBM di SPBU.

‎“Awalnya saya takut juga, karena dengar dari tetangga dan lihat di media sosial katanya BBM bakal sulit. Jadi sempat terpikir untuk cepat-cepat isi, lihat saja ini sudah antri panjang,” ujar Itra.

‎Sementara itu, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM di wilayah tersebut masih aman dan pasokan terus Berjalan. Hal itu ia sampaikan saat meninjau ketersediaan bbm di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu.

‎“Tadi kami lihat stok masih ada yang 11 ton, ada yang 8 ton. Kalaupun habis, pasokan baru akan langsung masuk. Jadi kami minta masyarakat jangan khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying,” ujar Dedy Wahyudi.

‎Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau kondisi di lapangan bersama aparat kepolisian. Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

‎Di sisi lain, Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat di sejumlah SPBU untuk mencegah adanya oknum yang mencoba menimbun BBM. Ia memastikan akan menindak tegas jika ada pelanggaran.

‎“Kami minta pengelola SPBU waspada. Jika ada mobil atau orang yang sama bolak-balik mengisi BBM, segera lapor ke nomor 110 (call center Polri). Kami akan tempatkan anggota untuk berpatroli, memastikan antrean tertib, dan melakukan tindakan hukum bagi siapa saja yang mencari kesempatan dalam kesempitan,” kata Rahmad Hidayat.

‎Pemerintah dan kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Serta mengikuti antrean secara tertib, sehingga kondisi tetap normal dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....