Reses Kusminto Dorong Pemberdayaan Warga Hadapi Tekanan Ekonomi

  • 01 Agt 2026 12:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kebutuhan pokok, hingga biaya pendidikan yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan masyarakat menjadi keluhan utama warga saat reses Anggota DPRD Kota Bengkulu, Kusminto Gunawan, di Sekretariat DPD PAN Kota Bengkulu, Sabtu 1 Agustus 2026.

Dalam pertemuan yang dihadiri masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ratu Agung dan Ratu Samban tersebut, warga menyampaikan kondisi ekonomi yang semakin berat akibat melemahnya daya beli dan menurunnya pendapatan, bahkan tidak sedikit usaha masyarakat yang mengalami kesulitan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kusminto menilai persoalan ekonomi saat ini tidak cukup hanya diselesaikan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

"Kalau hanya mengandalkan kondisi sekarang, masyarakat akan semakin berat. Harga BBM naik, kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan juga meningkat, sementara pendapatan tidak ikut naik. Karena itu masyarakat harus tetap produktif," ujar Kusminto.

Ia mengatakan, reses kali ini sengaja diarahkan untuk membahas peluang pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Salah satunya melalui pengembangan usaha budidaya ikan lele yang difasilitasi Dinas Perikanan serta penguatan pelaku UMKM.

Menurutnya, pemerintah juga telah membuka akses bantuan permodalan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta menyiapkan dukungan pemasaran agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kusminto menjelaskan, masyarakat akan didorong membentuk kelompok usaha yang masing-masing beranggotakan sekitar sembilan orang. Kelompok tersebut nantinya mendapat pendampingan dari dinas terkait, mulai dari penyusunan usaha, akses permodalan, hingga strategi pemasaran.

"DPRD tidak hanya menerima aspirasi saat reses. Kami akan terus mengadvokasi kelompok-kelompok ini agar mendapatkan pendampingan dari kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah terkait," katanya.

Politisi PAN ini menambahkan, salah satu peluang pemasaran produk masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk pemerintah sebagai wadah penyerapan hasil produksi warga.

"Melalui langkah tersebut, diharapkan masyarakat Kota Bengkulu tidak hanya menjadi penonton di tengah dinamika ekonomi yang terjadi, tetapi mampu menciptakan sumber pendapatan baru sehingga lebih mandiri menghadapi tekanan ekonomi," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....