Kekerasan terhadap Perempuan, Aktivis Ajak Korban Berani Melapor

  • 06 Mar 2026 09:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat. Berbagai pihak di Provinsi Bengkulu menilai, kasus kekerasan tidak hanya masih sering terjadi, tetapi juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

Direktur PUPA Bengkulu, Susi Handayani, mengajak para perempuan di Provinsi Bengkulu untuk berani bersuara dan tidak takut melaporkan jika mengalami tindakan kekerasan ataupun intimidasi. Ia menegaskan, korban memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum serta pendampingan dari lembaga terkait.

Menurut Susi, banyak korban yang masih memilih diam karena merasa takut, malu, atau khawatir terhadap tekanan dari lingkungan sekitar. Padahal, dengan melapor kepada pihak kepolisian ataupun organisasi perlindungan perempuan, korban dapat memperoleh bantuan hukum dan pendampingan psikologis.

"Kami meminta dan mengimbau para perempuan untuk tidak takut jika mendapatkan diri menjadi korban kekerasan, atau apapun hal yang dinilai melukai. Kami siap membantu dan mengawal agar bisa mendapatkan keadilan," ujarnya, Jumat 6 Maret 2026.

Ia juga menegaskan bahwa keberanian korban untuk melapor sangat penting. Hal itu agar pelaku kekerasan dapat diproses secara hukum serta mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari.

Sementara itu, perwakilan LBH Perempuan Bengkulu, Rusmalanety, SH, mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan masih saja terjadi bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Rusmalanety menjelaskan, saat ini fenomena kekerasan juga mengalami pergeseran, jika sebelumnya perempuan lebih sering ditemukan sebagai korban, kini dalam beberapa kasus juga mulai ditemukan perempuan yang menjadi pelaku kekerasan.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekerasan merupakan masalah sosial yang kompleks dan perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Ia menambahkan, edukasi mengenai kesetaraan, perlindungan hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting untuk menekan angka kekerasan, khususnya terhadap perempuan.

"Sekrang itu ya, kekerasan bukan saja perempuanya yang jadi korban. Terkadang malah pelakunya perempuan, ada beberapa contoh kasus di Bengkulu ini," Katanya.

Melalui berbagai upaya pencegahan, pendampingan korban, serta keberanian masyarakat untuk melapor. Diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan di Bengkulu dapat ditekan dan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dapat terwujud.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....