Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Tertinggi dalam 11 Tahun

  • 02 Mar 2026 09:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Indonesia pada tahun 2025 mencapai angka 77,89 Persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 11 tahun terakhir dan masuk dalam kategori tinggi berdasarkan penilaian Kementerian Agama Republik Indonesia.

IKUB sendiri mengukur tiga indikator utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama, angka tersebut juga menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 76,47. Kenaikan ini menandakan kondisi toleransi dan harmoni antarumat beragama di Indonesia yang terus membaik secara konsisten.

Di tingkat daerah, Provinsi Bengkulu juga mencatat capaian membanggakan, berdasarkan survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama, IKUB Bengkulu pada akhir 2025 tercatat mencapai angka 87,89 persen. Angka ini menjadi skor tertinggi sejak survei pertama kali dilakukan pada 2015 dan mengukuhkan Bengkulu sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan yang tergolong tinggi.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag, mengatakan bahwa secara umum kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia berjalan lancar dan baik, khususnya di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, Bengkulu sejak lama dikenal sebagai daerah yang majemuk dengan beragam etnis dan agama.

Meski demikian, hubungan antarumat beragama di daerah ini telah terjalin harmonis sejak awal masyarakat mendiami berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu. Ia Berharap kondisi ini terus membaik dan berkelajutan.

“Provinsi Bengkulu sudah terbiasa dengan perbedaan agama dan perbedaan etnis, namun semuanya bisa hidup harmoni dan berjalan dengan baik. Kalau pun ada yang mengganggu kerukunan, itu hanya kerikil-kerikil kecil dan bisa segera ditangani,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu tugas FKUB adalah menetralisir informasi-informasi negatif atau potensi benturan antarumat beragama yang terjadi di daerah lain agar tidak berdampak ke Bengkulu. Langkah ini penting untuk menjaga suasana tetap kondusif dan mencegah penyebaran isu yang dapat memicu konflik.

Momentum bulan Ramadan, lanjutnya, justru menjadi contoh nyata kuatnya toleransi di Bengkulu, umat agama lain dinilai sangat menghargai umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sikap saling menghormati tersebut menjadi bukti bahwa nilai toleransi bukan hanya slogan, melainkan telah menjadi budaya hidup masyarakat.

Dengan capaian indeks yang terus meningkat, Bengkulu diharapkan mampu mempertahankan bahkan memperkuat tradisi kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi pembangunan daerah yang damai. Sehingga setiap warga yang tingal dan menetap di Provinsi Bengkulu bisa hidup tentam dan damai dalam keberagaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....