Puluhan Umat Buddha Bengkulu Utara Laksanakan Puja Bakti
- 31 Mei 2026 18:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Pada hari ini tepatnya tanggal 31 Mei 2026, umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak 2570 TAhun Buddhist. Pada Hari Raya Waisak ini umat Buddha menggelar puja bakti di masing-masing Vihara.
Seperti di Vihara Karuna Phala, Desa Rama Agung, Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Sejak pagi puluhan umat Buddha memadati Vihara untuk melaksanakan puja bakti bersama.
Rangkaian ibadah diawali dengan membawa berbagai persembahan berupa lilin teratai, bunga, dupa, dan buah-buahan sebagai wujud bakti serta ungkapan rasa syukur. Serta menyalakan lilin pelita Waisak yang melambangkan penerangan batin dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Persembahiyangan dipimpin oleh Romo Pandita Gede Sedana Yoga. Dalam suasana yang penuh ketenangan dan kekhusyukan, umat Buddha bersama-sama memanjatkan doa.
Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Bengkulu Utara Suwandiati mengatakan Hari Raya Waisak tahun ini mengusung tema Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia. Tema ini Diusung dengan harapan agar tidak hanya menjadi landasan spiritual, tetapi juga tercermin dalam praktik kehidupan sosial.
"Antusias umat Buddha yang mengikuti puja bakti di Vihara Karuna Phala cukup tinggi. Bahkan sebelum Hari Raya Waisak umat sudah sibuk mempersiapkan segala hal untuk puja bakti hari ini," ujarnya.

Sementara itu Romo Pandita Gede Sedana Yoga menjelaskan Hari Raya Waisak menjadi merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Khusunya di Desa Rama Agung yang memiliki beragam suku dan agama.
Menurutnya, pesan Dharma yang diusung dalam Waisak relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan berkeadaban. Maka dari itu ia berharap momentum Hari Raya Waisak dapat menjadi sarana refleksi bagi umat Buddha untuk terus meningkatkan kualitas diri serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
"Tentu kita sangat berharap Hari Raya Waisak bisa dijadikan sebagai refleksi diri bagi umat Buddha. Sehingga menjadi pribadi yang lebih baik lagi baik itu dalam keimanan dam bermasyarakat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....