Mekanisme Serapan Gabah Masih Sama Seperti Tahun Lalu
- 02 Mar 2026 09:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Program penyerapan hasil panen petani di Kabupaten Bengkulu Utara terus berlanjut pada tahun 2026. Dalam hal ini Bulog selaku pelaksnaa penyerapan kembali melakukan penyerapan hasil giling gabah dan jagung dari petani serta mitra penggilingan dengan skema yang sama seperti tahun sebelumnya.
Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara, Vantho Yudistira mengatakan pihaknya telah siap kembali melakukan penyerapan pada tahun anggaran 2026 dengan mekanisme dan harga yang tetap. Hal ini guna memberikan kepastian bagi petani agar hasil panen tidak terganggu fluktuasi pasar.
"Program penyerapan gabah dan jagung akan kembali dilakukan pada tahun ini. Namun lantaran di Bengkulu Utara petani belum panen jadi kita memang belum ada memasukan barang ke gudang," katanya.
Dalam penyerapan gabah, Bulog menerima seluruh jenis gabah hasil panen tanpa terkecuali, asalkan gabah kering dan tidak kotor. Untuk harga pembelian ditetapkan Rp.6.500,- per kilogram.
"Tentu ada ketentuan kualitas yang harus di penuhi petani sebelum menjual gabah atau jagung ke Bulog. Untuk gabah any quality atrinya seluruh jenis gabah bisa kita terima asal gabahnya bersih dan tidK basah," ujaranya.
Sementara untuk komoditas jagung, Bulog menetapkan dua kategori harga berdasarkan kadar air dan mutu. Harga Rp.6.500,- per kilogram diberlakukan bagi jagung dengan kadar air maksimal 14% dan aflatoksin maksimal 50 parts per billion.
Sedangkan jagung dengan kadar air 18% hingga 20% akan diserap dengan harga Rp.5.500,- per kilogram dengan batas aflatoksin yang sama. Pengujian aflatoksin dilakukan menggunakan sinar ultraviolet untuk menjaga standar keamanan dan kualitas.
"Untuk jagung yang kadar airnya 14% akan mendapatkan harga jual sebesar Rp.6.500. Sedangkan untuk yang kadar airnya sampai 20% akan mendapatkan harga Rp.5.500,-," ucapnya.
Pada tahun 2025, Bulog Bengkulu Utara berhasil menyerap hasil giling gabah sebanyak 78 ribu 600 kilogram. Sedangkan capaian jagung sebanyak 8 ribu 259 kilogram, capaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan program secara berkesinambungan di tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....