Saefudin Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta di Pesantren
- 08 Feb 2026 19:23 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter akhlakul karimah melalui kurikulum berbasis cinta. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haflah Akhirusannah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien, Minggu (08/02).
Saefudin menyebut dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan serius berupa krisis empati. Fenomena perundungan, kekerasan antarsiswa, hingga siswa melawan guru menjadi sinyal kuat perlunya penguatan nilai dasar pendidikan.
Ia menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Pendidikan, menurutnya, harus melahirkan manusia berakhlakul karimah yang memiliki empati, kasih sayang, dan rasa hormat kepada sesama.
Dalam sambutannya, Saefudin juga mengingatkan santri agar menjadikan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai pedoman hidup. Nilai ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Ia menekankan bahwa di posisi apa pun seseorang berada harus mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Menjadi teladan, penggerak, dan penguat dinilai sebagai bentuk nyata pengamalan nilai pendidikan.
Saefudin menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara moral dan spiritual. Kurikulum berbasis cinta menjadi fondasi agar ilmu para santri membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Saefudin mengingatkan agar kelulusan tidak dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Ia menegaskan bahwa nilai disiplin, tanggung jawab, dan adab justru harus semakin dijaga setelah keluar dari pesantren.
Ia juga berpesan agar para santri tidak merasa lepas dari aturan setelah menyelesaikan pendidikan. Nilai-nilai yang ditanamkan selama mondok harus terus diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Haflah Akhirusannah tersebut dihadiri pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien dan unsur TNI-Polri. Turut hadir perwakilan Polda Bengkulu, Korem, Lanal Bengkulu, Kabid PAPKIS, Kepala Kankemenag Kota Bengkulu, serta wali santri dan santriwati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....