Sebulan Penyaluran KUR di Bengkulu Tembus Rp285,56 Miliar
- 02 Feb 2026 16:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kementerian Keuangan melalui Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPB) Bengkulu, mencatat penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu hingga 30 Januari 2025 mencapai Rp285,56 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 3.825 orang.
Kepala Kanwil DJPB Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Ismail, melalui keterangan tertulisnya menyampaikan penyaluran KUR antara pemerintah daerah dan skema kredit, penyaluran didominasi oleh skema KUR Mikro di hampir seluruh kabupaten dan kota.
"Kabupaten Mukomuko menjadi daerah dengan penyaluran mikro tertinggi, mencapai Rp31,6 miliar, disusul Kabupaten Bengkulu Utara dengan Rp28,3 miliar dan Kabupaten Seluma sebesar Rp20,7 miliar," katanya, Senin 2 Februari 2026.
Pada skema KUR Kecil, Kabupaten juga mencatatkan realisasi terbesar dengan Rp21,6 miliar, diikuti Bengkulu Utara sebesar Rp17,3 miliar dan Kota Bengkulu Rp17 miliar. Sementara itu, penyaluran KUR Ultra Mikro (UMI) relatif lebih kecil, dengan realisasi tertinggi tercatat di Kota Bengkulu sebesar Rp103 juta dan Bengkulu Utara sebesar Rp90 juta.
Untuk skema KUR Khusus, termasuk pembiayaan Rumah dan TKI, Kota Bengkulu mencatat realisasi tertinggi mencapai Rp6,3 miliar. Disusul Bengkulu Utara sebesar Rp3,6 miliar, Mukomuko Rp2,6 miliar, serta Kabupaten Seluma dan Rejang Lebong masing-masing mendekati Rp1 miliar.
Selain itu Ismail menjelaskan secara sektoral, Mukomuko masih sangat dominan pada sektor pertanian dan kehutanan dengan nilai penyaluran mencapai Rp52,6 miliar. Kota Bengkulu menunjukkan penyaluran yang lebih merata, terutama pada sektor perdagangan sebesar Rp26,7 miliar, disusul jasa kemasyarakatan Rp5,2 miliar dan pertanian Rp4,5 miliar.
Sementara Bengkulu Utara memfokuskan penyaluran pada sektor pertanian sebesar Rp38 miliar dan perdagangan Rp6,2 miliar. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan pembiayaan usaha produktif di Bengkulu, khususnya pada sektor pertanian dan perdagangan.
"Pemerintah daerah bersama perbankan penyalur diharapkan terus memperkuat sinergi agar KUR semakin tepat sasaran. Sekaligus tentu mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperkuat ekonomi daerah," kata Ismail.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....