Sunnah Berbuka Puasa Menurut Nabi

  • 25 Feb 2026 19:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Berbuka puasa bukan sekadar menghilangkan lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki tuntunan khusus. Dalam ajaran Islam, tata cara berbuka telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad sebagai bentuk ketaatan dan kesempurnaan ibadah.

Salah satu sunnah utama adalah menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah tiba. Rasulullah SAW bersabda bahwa manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan berbuka dengan kurma. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada juga maka dengan beberapa teguk air.

Air juga menjadi pilihan sederhana namun penuh keberkahan. Dalam praktiknya, Rasulullah mencontohkan kesederhanaan saat berbuka, tidak berlebihan, dan tetap menjaga adab makan serta minum.

Sunnah lainnya adalah membaca doa ketika berbuka. Di antara doa yang masyhur adalah, “Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,” yang artinya, “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah,” sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Berbuka puasa juga menjadi momen penuh kebahagiaan. Rasulullah SAW bersabda bahwa bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya kelak (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan mengikuti sunnah berbuka yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, umat Islam tidak hanya memperoleh manfaat fisik setelah berpuasa, tetapi juga meraih nilai spiritual dan pahala yang berlipat. Menjadikan sunnah sebagai pedoman akan menyempurnakan ibadah puasa dan menghadirkan keberkahan dalam setiap hidangan berbuka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....