Tips Menyimpan Makanan Bersantan agar Tidak Cepat Basi

  • 30 Sep 2026 18:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Makanan bersantan seperti opor, rendang, gulai, dan sayur lodeh menjadi menu yang sering disajikan keluarga, tetapi makanan jenis ini perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penyimpanan. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, makanan matang termasuk masakan bersantan dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

1. Jangan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang

Setelah makanan bersantan selesai dimasak atau disajikan, segera simpan sisa makanan ke dalam lemari pendingin. USDA menganjurkan makanan yang mudah rusak tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam, atau satu jam jika suhu lingkungan berada di atas sekitar 32°C.

2. Gunakan wadah yang bersih dan tertutup

Sebelum disimpan, pindahkan makanan ke wadah makanan yang bersih dan memiliki penutup rapat. Wadah tertutup membantu mengurangi risiko kontaminasi sekaligus mencegah makanan menyerap aroma dari makanan lain di dalam kulkas.

3. Bagi dalam porsi kecil

Jika jumlah makanan cukup banyak, sebaiknya bagi makanan bersantan ke dalam beberapa wadah dangkal sebelum dimasukkan ke kulkas. Wadah yang lebih dangkal membantu makanan mendingin lebih cepat dan merata sehingga waktu berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri dapat diminimalkan.

4. Pastikan suhu kulkas tetap dingin

Simpan makanan bersantan pada bagian dalam kulkas dengan suhu 4°C atau lebih rendah, bukan sekadar mengandalkan rasa dingin dari kulkas. Suhu tersebut membantu memperlambat pertumbuhan bakteri pada makanan yang mudah rusak.

5. Jangan menyimpan terlalu lama

Makanan matang atau sisa makanan yang disimpan di kulkas umumnya dianjurkan untuk dikonsumsi dalam waktu 3–4 hari. Jika ingin menyimpannya lebih lama, makanan dapat dibekukan dalam wadah yang sesuai untuk freezer, dengan memperhatikan kualitas makanan setelah dicairkan.

6. Panaskan secukupnya sebelum disantap

Saat akan dikonsumsi kembali, ambil hanya porsi yang akan dimakan dan panaskan hingga benar-benar panas. USDA merekomendasikan sisa makanan dipanaskan kembali hingga mencapai sekitar 74°C (165°F) untuk membantu memastikan keamanan makanan.

7. Jangan dicicipi jika sudah mencurigakan

Perubahan aroma, warna, tekstur, atau munculnya jamur dapat menjadi tanda makanan sudah mengalami kerusakan, tetapi keamanan makanan tidak selalu dapat ditentukan hanya dari bau atau penampilannya. Jika makanan bersantan sudah terlalu lama berada di suhu ruang atau Anda ragu terhadap keamanannya, sebaiknya tidak dikonsumsi dan dibuang.

Dengan penyimpanan yang tepat, makanan bersantan dapat tetap terjaga kualitasnya dan mengurangi risiko penyakit akibat makanan. Kunci utamanya adalah segera mendinginkan makanan, menggunakan wadah tertutup, menyimpannya pada suhu maksimal 4°C, serta menghabiskannya dalam 3–4 hari.

Sumber : USDA – Keep Food Safe! Food Safety Basics

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....