Cara Menyimpan Tomat yang Tepat agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk
- 29 Agt 2026 11:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Tomat menjadi salah satu bahan pangan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari masakan, sambal, hingga minuman. Namun, kandungan air yang tinggi membuat tomat termasuk bahan yang mudah mengalami penurunan kualitas dan pembusukan apabila tidak disimpan dengan cara yang tepat.
Salah satu hal penting dalam menyimpan tomat adalah memperhatikan tingkat kematangan sebelum menentukan tempat penyimpanannya. Tomat yang masih hijau atau belum matang sebaiknya disimpan pada suhu yang sesuai agar proses pematangan berlangsung secara perlahan, sedangkan tomat yang sudah matang membutuhkan penanganan berbeda untuk mempertahankan kualitasnya.
| Baca juga: Sajian Tumis Pare yang Lezat dan Bergizi |
Berbeda dengan anggapan bahwa semua tomat harus langsung dimasukkan ke dalam lemari pendingin, suhu yang terlalu rendah justru dapat menyebabkan chilling injury atau kerusakan akibat suhu dingin. Penelitian menunjukkan bahwa tomat sangat sensitif terhadap suhu rendah, khususnya tomat pada tahap matang-hijau yang dapat mengalami gangguan kualitas ketika disimpan di bawah sekitar 10°C.
Penelitian dalam jurnal Journal of Food Engineering berjudul “Kinetics of changes in the physical quality parameters of fresh tomato fruits (Solanum lycopersicum, cv. ‘Zinac’) during storage” menguji penyimpanan tomat pada suhu 2°C, 5°C, 10°C, 15°C, dan 20°C. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh terhadap berbagai parameter kualitas tomat, termasuk warna, kekerasan, kehilangan berat, dan kerusakan akibat suhu dingin.
Untuk penyimpanan dalam waktu singkat di rumah, tomat dapat ditempatkan di tempat yang sejuk, kering, memiliki sirkulasi udara, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Tomat juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu padat karena tekanan dan kerusakan mekanis dapat mempercepat penurunan kualitas serta meningkatkan risiko pembusukan.
Jurnal “Changes in quality parameters of tomatoes during storage: a review” yang diterbitkan dalam Korean Journal of Agricultural Science menjelaskan bahwa suhu, kelembapan, komposisi udara, serta jenis kemasan dapat memengaruhi kualitas dan umur simpan tomat. Penyimpanan pada suhu terlalu tinggi dapat mempercepat pelunakan, perubahan warna, dan pembusukan, sementara suhu terlalu rendah juga berisiko menimbulkan kerusakan akibat dingin.
Dengan demikian, menyimpan tomat tidak hanya sekadar memilih antara meja dapur atau lemari pendingin, tetapi juga perlu mempertimbangkan tingkat kematangan dan kondisi buah. Penerapan penyimpanan yang tepat dapat membantu mempertahankan kesegaran, tekstur, warna, dan kualitas tomat sekaligus mengurangi makanan yang terbuang akibat pembusukan. Penelitian terbaru mengenai kehilangan pascapanen tomat juga menegaskan bahwa kondisi penyimpanan yang tidak sesuai merupakan salah satu faktor penting yang mempercepat kerusakan tomat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....