Cara Menyimpan Santan di Kulkas agar Tidak Cepat Rusak dan Rasanya Tetap Terjaga
- 25 Agt 2026 10:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Santan menjadi salah satu bahan penting dalam berbagai masakan Indonesia, mulai dari gulai, opor, rendang, hingga aneka kue tradisional. Namun, santan segar cukup mudah mengalami perubahan rasa, aroma, warna, dan tekstur sehingga cara penyimpanannya perlu diperhatikan.
Langkah pertama adalah memasukkan santan ke dalam wadah yang bersih dan memiliki penutup rapat setelah santan selesai dibuat. Wadah tertutup dapat membantu mengurangi paparan udara, kontaminasi dari makanan lain, serta penyerapan aroma yang ada di dalam kulkas.
| Baca juga: Sajian Tumis Pare yang Lezat dan Bergizi |
Santan sebaiknya segera didinginkan dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sebelum masuk ke kulkas. Penelitian mengenai santan menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu dingin dapat membantu mempertahankan kesegaran lebih lama dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang.
Agar kualitasnya tetap baik, simpan santan pada bagian kulkas yang suhunya stabil, bukan di pintu kulkas yang sering mengalami perubahan suhu ketika dibuka dan ditutup. Sebuah penelitian tentang stabilitas santan juga menemukan bahwa emulsi santan menunjukkan kestabilan yang lebih baik dalam kondisi refrigerasi.
Untuk menjaga rasa, santan sebaiknya tidak terlalu sering dikeluarkan lalu dimasukkan kembali ke kulkas karena perubahan suhu berulang dapat memengaruhi kualitasnya. Santan juga dapat dibagi ke dalam beberapa wadah kecil sesuai kebutuhan sehingga hanya bagian yang akan digunakan saja yang dikeluarkan.
Penelitian berjudul “Peningkatan Umur Simpan Produk Santan Kelapa dengan Aplikasi Bahan Tambahan Pangan dan Teknik Pasteurisasi” menunjukkan bahwa perlakuan pemanasan dan penyimpanan dingin dapat membantu memperpanjang umur simpan santan, sementara penelitian lain berjudul “Changes in physicochemical properties of pasteurized coconut (Cocos nucifera) milk during storage at refrigeration condition” melaporkan bahwa santan yang dipasteurisasi dan disimpan pada suhu 4°C masih dapat mempertahankan kualitas sensorinya selama periode tertentu.
Meski disimpan di kulkas, santan tetap perlu diperiksa sebelum digunakan dengan melihat aroma, warna, tekstur, dan rasanya, terutama jika sudah disimpan beberapa hari. Jika muncul bau asam atau tengik, perubahan warna yang mencolok, lendir, atau tanda pertumbuhan jamur, santan sebaiknya tidak digunakan karena penyimpanan dingin tidak membuat santan tahan rusak tanpa batas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....