Kabut Asap, Lindungi Kesehatan sejak Dini

  • 06 Okt 2026 15:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kabut asap bukan hanya mengganggu pandangan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan karena udara yang kita hirup membawa partikel asap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut asap dapat menyebabkan mata perih, batuk, tenggorokan tidak nyaman, sesak napas, hingga memperburuk penyakit asma.

Di dalam asap terdapat partikel yang sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam paru-paru ketika terhirup. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut paparan asap dapat menimbulkan beberapa keluhan, seperti batuk, mata perih, tenggorokan gatal, napas berbunyi, hingga kesulitan bernapas.

Dalam dialog Tanggap Bencana Pro 1 RRI Bengkulu, dr. Marghfira selaku dokter IGD RS Rafflesia Bengkulu mengatakan masyarakat dapat mengurangi risiko dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan karena asap yang dihasilkan dapat menambah pencemaran udara di lingkungan sekitar.

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama ketika menghirup udara berasap. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma, penyakit paru, atau penyakit jantung perlu lebih berhati-hati karena kondisi udara yang buruk dapat lebih mudah mengganggu kesehatan mereka.

Ketika udara mulai dipenuhi asap, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak diperlukan. WHO juga menyarankan penggunaan masker yang dapat menyaring partikel halus dengan baik, seperti N95, terutama ketika seseorang tetap harus berada di luar saat udara sedang tercemar.

Kondisi tubuh juga perlu diperhatikan setelah berada di lingkungan yang berasap. Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, sulit bernapas, atau keluhan semakin memburuk, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis dan tidak menunggu kondisi menjadi lebih parah.

Menjaga kesehatan saat kabut asap terjadi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi paparan asap, menggunakan masker yang sesuai, dan memperhatikan kondisi tubuh. Masyarakat juga dapat ikut menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah sembarangan serta mengurangi kegiatan yang dapat menambah asap di lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....