Jaga Kesehatan Ginjal Dengan Kenali Gejalanya
- 30 Sep 2026 21:44 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ginjal merupakan sepasang organ penting yang bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme serta kelebihan cairan melalui urine.
Selain itu, ginjal turut berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan hormon yang mendukung pembentukan sel darah merah. Masalahnya, gangguan ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas.
Seseorang dapat merasa sehat meskipun fungsi ginjalnya mulai menurun. Akibatnya, penyakit ginjal tidak jarang baru diketahui ketika kerusakan sudah cukup berat.
| Baca juga: Minum Susu saat Perut Kosong Pagi Hari |
Gejala gangguan ginjal dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan juga tidak selalu berarti seseorang mengalami gagal ginjal karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain.
Merangkum dari laman Kemenkes RI berkut beberapa gejala gagal ginjal :
- Mudah Lelah dan Tubuh Terasa Lemah.
- Perubahan Pola Buang Air Kecil.
- Pembengkakan pada Tubuh.
- Sesak Napas
- Kulit Kering dan Gatal.
- Mual, Muntah, atau Nafsu Makan Menurun.
- Kram Otot dan Kesemutan.
- Nyeri di Pinggang atau Sisi Punggung.
- Gangguan Tidur
- Tekanan Darah Tinggi.
Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit ginjal, terutama penyakit ginjal kronis. Faktor tersebut antara lain :
- Diabetes yang tidak terkontrol.
- Tekanan darah tinggi.
- Penyakit jantung dan pembuluh darah.
- Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.
- Pernah mengalami gangguan atau cedera ginjal tertentu.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Kebiasaan merokok
- Penggunaan obat tertentu secara tidak tepat atau berlebihan.
- Bertambahnya usia
- Seseorang yang memiliki faktor risiko sebaiknya tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kondisi ginjal.
Gejala saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami gagal ginjal. Dokter dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan dan faktor risiko, kemudian menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
Pemeriksaan dapat meliputi :
- Pemeriksaan darah, termasuk kadar kreatinin dan perhitungan fungsi penyaringan ginjal atau eGFR.
- Pemeriksaan urine, antara lain untuk mengetahui adanya protein atau albumin dan darah dalam urine.
- Pengukuran tekanan darah.
- Pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi, apabila diperlukan untuk melihat kondisi struktur ginjal dan saluran kemih.
- Pemeriksaan lainnya sesuai kondisi dan pertimbangan dokter.
- Pemeriksaan tersebut membantu mengetahui apakah terdapat gangguan fungsi ginjal serta mencari kemungkinan penyebabnya.
Tidak semua penyakit ginjal dapat dicegah. Namun, risiko terjadinya kerusakan ginjal dan komplikasinya dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan secara konsisten.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :
- Kendalikan Tekanan Darah dan Gula Darah.
- Terapkan Pola Makan Seimbang.
- Pertahankan Berat Badan yang Sehat.
- Berhenti Merokok
- Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur.
- Gunakan Obat Secara Bijak.
- Cukupi Kebutuhan Cairan Sesuai Kondisi Tubuh.
- Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala.
- Jangan Menunggu Gejala Menjadi Berat
Gangguan ginjal dapat berkembang tanpa memberikan tanda yang jelas pada tahap awal. Karena itu, merasa sehat bukan berarti fungsi ginjal pasti dalam keadaan baik.
Waspadai perubahan pada pola buang air kecil, pembengkakan, kelelahan yang menetap, tekanan darah yang sulit dikendalikan, maupun keluhan lain yang berlangsung terus-menerus. Terlebih jika memiliki diabetes, hipertensi, atau faktor risiko penyakit ginjal lainnya.
Menjaga ginjal bukan hanya dilakukan ketika sudah sakit. Pemeriksaan berkala, pola hidup sehat, pengendalian penyakit penyerta, serta penggunaan obat yang tepat merupakan bagian penting untuk mempertahankan fungsi ginjal dan mencegah komplikasi.
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....