Tracing TBC Penting untuk Temukan Kasus dan Putus Rantai Penularan

  • 30 Sep 2026 14:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bintuhan - Upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) terus dilakukan dengan berbagai langkah, salah satunya melalui kegiatan tracing atau pelacakan kontak erat pasien TBC. Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan orang yang berpotensi tertular setelah melakukan kontak dengan pasien TBC, sehingga dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kaur Sapuan Ilyas menjelaskan tracing TBC menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan di masyarakat. Petugas kesehatan bersama kader melakukan penelusuran terhadap anggota keluarga maupun orang lain yang memiliki kontak erat dengan pasien.

Langkah tersebut dilakukan karena penularan TBC dapat terjadi melalui udara, terutama ketika penderita TBC paru mengeluarkan kuman saat batuk, bersin, atau berbicara. Dalam proses tracing, petugas biasanya melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat kontak dan kondisi kesehatan orang-orang yang berada di sekitar pasien.

Mereka yang memiliki gejala atau faktor risiko kemudian diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini penting agar kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin dan segera ditangani.

"Kami minta masyarakat tidak takut dan khawatir karena TBC merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Cacatannya pasien harys rutin kontrol dan rutin minum obat selama 6 bulan tanpa putus," ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Kaur Kepada RRI Senin 29 September 2026.

Dukungan keluarga serta lingkungan sangat diperlukan agar pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur sekaligus membantu mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain. Selain menemukan kasus baru, tracing juga dapat membantu mengidentifikasi orang yang membutuhkan pemantauan atau tindakan pencegahan.

Karena itu, masyarakat yang menjadi kontak erat pasien TBC diharapkan bersedia mengikuti pemeriksaan yang dianjurkan oleh petugas kesehatan, meskipun belum merasakan keluhan. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan penanggulangan TBC.

Warga yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, demam, berat badan menurun, atau mudah lelah sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu memastikan kondisi kesehatan dan mempercepat penanganan apabila ditemukan TBC.

"Melalui tracing yang dilakukan secara aktif dan dukungan masyarakat, penemuan kasus TBC diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan. Sehingga terwujudlah lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari TBC," ucap Sapuan Ilyas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....