Cara Mengatasi Bau Kaki agar Tetap Segar
- 29 Sep 2026 22:55 WIB
- Bengkulu
Bau kaki atau bromodosis merupakan masalah yang cukup umum dan biasanya berkaitan dengan penumpukan keringat serta bakteri pada kulit kaki. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh sepatu dan kaus kaki yang lembap karena lingkungan yang hangat dan basah membuat bakteri lebih mudah berkembang.
1. Cuci kaki secara rutin
Biasakan mencuci kaki setidaknya sekali sehari menggunakan sabun, kemudian keringkan dengan baik terutama pada bagian sela-sela jari. Kebersihan dan kondisi kaki yang kering dapat membantu mengurangi penumpukan keringat serta bakteri penyebab bau.
2. Ganti kaus kaki secara teratur
Kaus kaki yang sudah lembap sebaiknya segera diganti dengan yang bersih dan kering, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang membuat kaki berkeringat. Pilih bahan yang dapat membantu menyerap atau mengalirkan kelembapan sehingga kaki tidak terlalu lama berada dalam kondisi basah.
3. Jangan menggunakan sepatu yang sama setiap hari
Berikan waktu bagi sepatu untuk benar-benar kering sebelum digunakan kembali, terutama jika bagian dalamnya sudah terkena banyak keringat. Menggunakan sepatu secara bergantian dapat membantu mengurangi penumpukan kelembapan dan bakteri di dalam sepatu.
4. Pilih alas kaki yang memiliki sirkulasi udara baik
Sepatu yang terlalu ketat atau kurang memiliki ventilasi dapat membuat keringat terperangkap lebih lama di sekitar kaki. Bahan yang lebih mudah bernapas, seperti kulit atau bahan tertentu yang dirancang untuk mengalirkan kelembapan, dapat membantu menjaga kaki tetap kering.
5. Gunakan bedak atau antiperspiran kaki bila diperlukan
Bedak kaki dapat membantu menyerap kelembapan, sedangkan produk antiperspiran dapat digunakan untuk membantu mengurangi keringat pada kaki. Jika ingin menggunakan produk tertentu, ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan atau tanyakan kepada apoteker mengenai pilihan yang sesuai.
6. Jaga kebersihan kuku dan kulit kaki
Kuku kaki sebaiknya dipotong dan dijaga tetap bersih karena kotoran, bakteri, atau jamur dapat menumpuk di sekitar kuku dan berkontribusi terhadap masalah bau. Kulit keras juga dapat dirawat dengan lembut karena kulit yang lembap dapat menjadi tempat yang lebih mudah bagi bakteri untuk berkembang.
Jika bau kaki tetap muncul meskipun kebersihan sudah dijaga, penyebabnya bisa berkaitan dengan infeksi jamur atau kondisi seperti keringat berlebih. Apabila masalah tidak membaik atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Sumber berita : NHS dan Cleveland Clinic.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....