Mengatasi Kantuk setelah Makan, Ini Cara Sederhana agar Tetap Segar dan Produktif

  • 16 Sep 2026 22:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Rasa kantuk setelah makan merupakan kondisi yang cukup umum dialami banyak orang, terutama setelah makan siang. Kondisi yang dikenal sebagai postprandial sleepiness ini dapat membuat tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan produktivitas sementara waktu.

Salah satu penyebabnya bukan semata-mata karena makanan, tetapi juga berkaitan dengan ritme biologis tubuh yang mengalami penurunan kewaspadaan pada pertengahan siang atau yang dikenal sebagai post-lunch dip. Penelitian Timothy H. Monk berjudul “The Post-Lunch Dip in Performance” menunjukkan bahwa peningkatan kecenderungan mengantuk pada sore hari dapat terjadi sebagai bagian dari ritme sirkadian, bahkan ketika seseorang tidak makan siang.

Untuk mengurangi rasa kantuk, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengatur porsi makan agar tidak terlalu berlebihan, terutama ketika harus kembali bekerja atau beraktivitas setelah makan. Penelitian “Meal Composition and Its Effect on Postprandial Sleepiness” menemukan bahwa konsumsi makanan dapat meningkatkan kecenderungan mengantuk setelah makan, meskipun penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan signifikan berdasarkan komposisi lemak, karbohidrat, atau campuran makanan pada pengukuran objektif tertentu.

Pilihan makanan tetap perlu diperhatikan dengan mengutamakan makanan bergizi seimbang dan membatasi makanan yang sangat berat, terutama jika membuat tubuh terasa terlalu kenyang. Penelitian lain berjudul “Influences of Fat and Carbohydrate on Postprandial Sleepiness, Mood, and Hormones” menemukan bahwa peserta cenderung merasa lebih mengantuk setelah konsumsi makanan tinggi lemak dalam kondisi penelitian tertentu, sehingga komposisi makanan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Setelah makan, berjalan ringan selama beberapa menit juga dapat menjadi pilihan sederhana daripada langsung duduk diam dalam waktu lama. Aktivitas ringan membantu tubuh tetap aktif dan dapat menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan kewaspadaan, sementara penelitian mengenai post-lunch dip menunjukkan bahwa aktivitas dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan setelah makan.

Selain mengatur pola makan dan aktivitas, kualitas tidur pada malam sebelumnya juga penting untuk diperhatikan karena kurang tidur dapat membuat rasa kantuk setelah makan terasa semakin berat. Jika memungkinkan, tidur singkat atau power nap pada waktu yang tepat juga dapat membantu mengurangi rasa mengantuk, tetapi durasinya sebaiknya tidak terlalu lama agar tidak mengganggu tidur malam.

Penelitian terbaru berjudul “Effect of a Whole-Food Plant-Based Diet on Postprandial Sleepiness: A Pilot Study” yang diterbitkan pada 2024 menemukan bahwa pola makan berbasis makanan utuh nabati selama 21 hari dikaitkan dengan penurunan tingkat kantuk setelah makan pada 10 peserta penelitian, meskipun jumlah peserta yang kecil membuat hasil tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. Karena itu, cara sederhana seperti menjaga porsi makan, memilih makanan bergizi seimbang, tetap bergerak setelah makan, serta menjaga tidur malam dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi rasa kantuk dan mempertahankan produktivitas sepanjang hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....