Minyak Goreng Bekas Berkali-kali Tidak Boleh Digunakan Terus-Menerus
- 29 Sep 2026 15:56 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Minyak goreng merupakan bahan yang banyak digunakan dalam pengolahan makanan sehari-hari, terutama untuk menggoreng lauk dan camilan. Namun, penggunaan minyak yang sama secara berulang kali, terutama pada suhu tinggi dan dalam kondisi yang sudah rusak, dapat menurunkan kualitas minyak serta meningkatkan pembentukan senyawa hasil degradasi.
Dilansir dari laman tasikmalaya.pom.go.id, ketika dipanaskan, minyak mengalami perubahan kimia yang dapat berlangsung lebih cepat apabila digunakan pada suhu terlalu tinggi atau dipanaskan dalam waktu lama. Proses tersebut dapat memengaruhi warna, aroma, kekentalan, dan kestabilan minyak selama digunakan untuk memasak.
Minyak yang telah digunakan berulang kali biasanya mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dan dapat mengeluarkan aroma tidak sedap. Meskipun perubahan tersebut tidak selalu menunjukkan tingkat bahaya secara pasti, kondisi itu dapat menjadi tanda bahwa kualitas minyak telah menurun dan penggunaannya perlu dihentikan.
Sisa tepung, remah makanan, dan bahan lain yang tertinggal di dalam minyak juga dapat mempercepat kerusakan ketika minyak dipanaskan kembali. Karena itu, menjaga kebersihan proses menggoreng dan menghindari pemanasan berlebihan merupakan langkah penting untuk mempertahankan kualitas minyak.
| Baca juga: Mengapa Luka Terasa Gatal saat Sembuh? |
Minyak yang mengeluarkan asap berlebihan pada suhu penggunaan normal, berbusa secara tidak biasa, atau memiliki bau tengik sebaiknya tidak digunakan kembali. Tidak ada jumlah penggunaan ulang yang selalu aman untuk semua jenis minyak karena tingkat kerusakan dipengaruhi oleh suhu, lama pemanasan, jenis minyak, dan bahan yang digoreng.
Untuk mengurangi kebutuhan menggunakan minyak secara berulang, masyarakat dapat memasak dengan jumlah minyak secukupnya atau memilih metode seperti mengukus, merebus, dan memanggang. Jika minyak bekas sudah tidak layak digunakan, minyak tersebut sebaiknya dikumpulkan dalam wadah tertutup dan disalurkan ke fasilitas pengumpulan yang sesuai, bukan dibuang ke saluran air.
Penggunaan minyak goreng yang berkualitas dan pengelolaan suhu memasak yang tepat merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan pangan. Dengan membatasi penggunaan ulang minyak yang telah mengalami kerusakan, masyarakat dapat membantu mengurangi paparan senyawa hasil degradasi sekaligus menjaga cita rasa makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....