Cacar Air: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
- 07 Agt 2026 10:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum mendapatkan vaksin juga bisa mengalaminya. Penularannya terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, maupun melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan di kulit.
Gejala cacar air biasanya diawali dengan demam, sakit kepala, tubuh terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu muncul ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.
Ruam biasanya muncul di wajah, dada, punggung, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Rasa gatal yang muncul sering kali membuat penderita merasa tidak nyaman.
Meski sebagian besar kasus cacar air dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7–10 hari, penderita tetap perlu melakukan perawatan yang tepat agar gejalanya tidak semakin parah dan terhindar dari komplikasi, terutama pada bayi, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Berikut beberapa cara mengatasi cacar air yang menyerang tubuh kita.
1. Hindari menggaruk lepuhan
Menggaruk lepuhan dapat menyebabkan luka menjadi infeksi dan meninggalkan bekas pada kulit. Jika rasa gatal sangat mengganggu, gunakan losion kalamin atau obat antihistamin sesuai anjuran dokter.
2. Jaga kebersihan tubuh dan kulit
Mandi menggunakan air hangat suam-suam kuku dan sabun yang lembut tetap dianjurkan. Tubuh yang bersih membantu mencegah infeksi bakteri pada lepuhan. Setelah mandi, keringkan tubuh dengan handuk secara perlahan tanpa menggosok kulit.
3. Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi
Asupan cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi, terutama jika penderita mengalami demam. Konsumsi makanan bergizi, seperti buah, sayur, dan makanan berprotein, juga dapat membantu mempercepat proses pemulihan.
4. Istirahat yang cukup
Tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi virus. Oleh karena itu, penderita sebaiknya memperbanyak waktu istirahat agar sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara optimal.
5. Gunakan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan
Obat penurun demam seperti parasetamol dapat digunakan bila diperlukan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus, terutama jika penderita berisiko mengalami komplikasi. Hindari memberikan aspirin kepada anak yang menderita cacar air karena dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Reye, yaitu kondisi serius yang dapat menyerang hati dan otak.
Selain itu, penderita sebaiknya menghindari kontak dengan orang lain hingga seluruh lepuhan mengering dan membentuk kerak agar tidak menularkan virus. Apabila muncul gejala berat, seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung turun, atau lepuhan tampak bernanah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....