Stres Kerja Berpengaruh Bagi Pengidap Autoimun
- 29 Sep 2026 15:10 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi justru menyerang jaringan atau sel tubuh sendiri. Penyakit ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, lingkungan, infeksi, pola hidup, serta kondisi psikologis.
Salah satu faktor yang semakin banyak mendapat perhatian adalah stres, termasuk stres yang berasal dari lingkungan pekerjaan. Stres kerja tidak selalu secara langsung menyebabkan penyakit autoimun.
Namun stres yang berlangsung terus-menerus atau memiliki intensitas tinggi dapat memengaruhi berbagai sistem di dalam tubuh dan berpotensi berkontribusi terhadap munculnya maupun memburuknya gejala pada individu yang rentan terhadap penyakit autoimun. Dengan kata lain, stres bukan sekadar masalah psikologis, tetapi juga dapat memberikan dampak fisiologis yang melibatkan sistem saraf, hormonal, dan kekebalan tubuh.
Merangkum dari laman resmi Kemenkes RI berikut faktor-faktor yang dapat memicu stres di tempat kerja :
1. Beban kerja yang terlalu tinggi.
2. Tekanan untuk mencapai target dalam waktu singkat.
3. Jam kerja yang panjang.
| Baca juga: Jangan Sepelekan Kebiasaan Menahan BAB |
4. Kerja shift atau perubahan jadwal kerja yang sering.
5. Kurangnya waktu istirahat.
6. Pekerjaan yang monoton dan berulang.
7. Kurangnya dukungan dari rekan kerja atau atasan.
8. Konflik interpersonal di lingkungan kerja.
9. Rendahnya kepuasan terhadap pekerjaan.
10. Ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab.
11. Lingkungan kerja yang tidak mendukung secara psikososial.
12. Kesulitan menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Mengelola stres merupakan bagian penting bagi seseorang yang hidup dengan penyakit autoimun. Manajemen stres bukan berarti menggantikan pengobatan medis, tetapi dapat menjadi bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengenali sumber stres
2. Mengatur waktu istirahat
3. Melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan
| Baca juga: Kenali Gejala Sindrom Asperger pada Anak |
4. Membangun dukungan sosial
5. Melakukan teknik relaksasi
6. Menjaga kepatuhan terhadap pengobatan
7. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan
Mengelola stres merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Dengan menggabungkan pengobatan medis, pola hidup sehat, istirahat yang cukup, dukungan sosial, dan strategi pengelolaan stres, pasien dapat memiliki pendekatan yang lebih komprehensif dalam menghadapi penyakit autoimun.
Mengurangi stres bukan berarti seseorang harus terbebas sepenuhnya dari tekanan pekerjaan. Dalam kehidupan sehari-hari, stres merupakan sesuatu yang sulit dihindari, yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mengenali sumber stres, memiliki waktu pemulihan yang cukup, membangun dukungan, dan mendapatkan bantuan profesional ketika diperlukan.
Namun, penting untuk dipahami juga bahwa stres bukan satu-satunya penyebab penyakit autoimun. Penyakit autoimun memiliki penyebab dan mekanisme yang kompleks, sehingga pengaruh stres dapat berbeda pada setiap orang.
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....